Gus Ipul Minta HKTI Jatim Perkuat Ketahanan Pangan

Sabtu, 20 Mei 2017 08:53:30
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Gus Ipul Minta HKTI Jatim Perkuat Ketahanan Pangan

Surabaya (beritajatim.com) - Jatim merupakan salah satu provinsi yang memberikan sumbangan bagi pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Dari data yang ada, pada tahun 2016 Jatim memberikan sumbangan produksi padi sebesar 17,18 persen.

Kemudian, jagung 26,61 persen, kedelai 31,96 persen, gula 55,43 persen, susu 53 persen, telur 25 persen dan daging sapi 22 persen terhadap kebutuhan nasional.

"Agar terus bisa menopang kebutuhan nasional, upaya meningkatkan produksi komoditas pertanian Jatim, terutama yang berupa komoditi bahan pokok harus dilakukan. Karena itu, diperlukan peran semua pihak, termasuk para petani yang tergabung dalam HKTI Jatim agar peran Jatim dalam mendukung ketahanan nasional terus berlanjut," ujar Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang membuka pameran produk pertanian HKTI di Grand City Surabaya.

Menurut Gus Ipul, kebutuhan para petani saat ini adalah mencari benih yang cepat panen, teknologi tepat guna, termasuk pupuk, sampai pada tata niaga.

Melalui pameran ini, Gus Ipul mengharapkan HKTI Jatim bisa menyadarkan para petani untuk merubah kultur, mau memajukan dunia pertanian dengan berinovasi mengembangkan kreativitas dan sekaligus memastikan bahwa kemajuan dunia pertanian bisa meningkatkan nilai tukar petani (NTP). Selain itu produknya bisa ke tangan konsumen secara luas dengan harga yang tepat.

Pameran produk pertanian di Jatim ini  upaya  untuk memantapkan kemandirian petani-nelayan dalam rangka pengembangan kemitraan dan jejaring dengan usaha tani. Guna mewujudkan kesejahteraan petani dan nelayan.

Permasalahan mendasar yang dihadapi sektor pertanian adalah masih rendahnya kontribusi tanaman bahan makanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim dan Nilai Tukar Petani (NTP). Permasalahan tersebut akibat masih belum optimalnya tingkat produksi dan produktivitas tanaman pangan dan hortikultura.

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jatim berkomitmen mendorong pemuda untuk berprofesi sebagai petani. Salah satunya dengan membentuk Taruna Tani. Kelompok ini akan mendidik siswa sekolah menengah agar tertarik untuk menjadi petani.

Ketua Umum DPP HKTI Jatim Ahmad Nawardi mengakui, saat ini banyak pemuda, terutama yang lulusan sekolah menengah tidak tertarik untuk menggeluti pertanian. Mereka lebih memilih bekerja di pabrik atau perusahaan dibandingkan bertani. "Kami siap menyekolahkan siswa lulusan sekolah menengah untuk menimba ilmu di perguruan  tinggi khusus bidang pertanian. Syaratnya, ketika lulus harus bersedia bergerak mengembangkan sektor pertanian," katanya.
 
Menurut dia, setiap tahun puluhan ribu hektare tanah subur di wilayah Jatim beralih fungsi menjadi pabrik, perumahan atau jalan tol. Kondisi ini dikarenakan para pemilik lahan sudah tidak mau repot bercocok tanam, salah satunya disebabkan faktor usia. Tawaran yang diberikan perusahaan dan pengembang perumahan lebih menggiurkan dibanding hasil panen yang mereka dapat. "Pemerintah harus dapat mencegah agar petani tidak menjual lahannya. Jangan sampai mereka dari petani menjadi buruh tani," pungkas mantan jurnalis yang saat ini menjadi anggota DPD RI asal Jatim. [tok/but]

Tag : gus ipul

Berita Terkait

Kanal ngopi bareng gus ipul