Gus Ipul Cerita Penjual Kacang di Depan Pengusaha Resto

Selasa, 16 Mei 2017 22:28:00
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Gus Ipul Cerita Penjual Kacang di Depan Pengusaha Resto

Surabaya (beritajatim.com) - Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengharapkan, para pengusaha kuliner di Jatim bisa lebih kreatif. Dirinya menyinggung masalah kemasan (packaging) produk yang merupakan salah satu faktor pendukung agar produk itu lebih laku dijual.

"Saya pernah melakukan riset kecil-kecilan. Kala itu, saya menemui penjual kacang yang produknya hanya dikemas seadanya saja, paling banyak laku 15 bungkus. Ketika kemasannya diperbaiki, bisa laku 50 bungkus," tutur Gus Ipul) yang juga Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) saat menghadiri Launching Forum Pengusaha Restoran bekerjasama dengan Apkrindo di kampus UK Petra Surabaya, Selasa (16/5/2017).

Menurut Gus Ipul, pertumbuhan bisnis kuliner makanan dan minuman di Jatim hingga Mei 2017 tercatat tumbuh 15 hingga 20 persen. Padahal bisnis lainnya saat ini cenderung melambat. Di Thailand, pemerintahannya memberikan subsidi untuk pengiriman bahan baku dari negara lain. Sehingga, pengusaha bisnis kuliner di negaranya dapat berkembang.

Ada beberapa hal yang diimbau Gus Ipul kepada para pelaku bisnis kuliner makanan dan minuman di Jatim, khususnya para anggota Apkrindo. "Saat ini ada kecenderungan pelanggan ingin mengetahui langsung proses pembuatan makanan bagaimana bahan bakunya, proses pembuatannya, higienis atau tidak," paparnya.

Kemudian, lanjutnya, untuk bahan baku meski diakui masih ada beberapa bahan baku penolong yang impor, sebagian besar berasal dari dalam negeri. Sementara itu, dalam kesempatan ini salah seorang audience sempat menanyakan pada Gus Ipul tentang peran pemprov Jatim terkait UMKM.

"Saat ini banyak buruh yang sadar daripada harus menunggu PHK, akhirnya membuka start up usaha sendiri, karena memang ini usaha paling mudah dan sumber dayanya luar biasa," ujarnya.

Menjawab hal ini, Gus Ipul mengatakan akan memfasilitasi pengusaha pemula untuk mendapatkan akses modal dan akses pasar serta pendampingan kualitas produk.

"Saat ini, bukan lagi perusahaan atau pabrik besar yang padat karya. Justru UMKM-lah yang menyerap hampir 90 persen tenaga kerja di Jawa Timur. Pengusaha besar kita jaga, menengah kita fasilitasi. Sementara, UMKM akan kita bela dengan perlindungan, anggaran dan berbagai pelatihan," pungkasnya. [tok/suf]

Tag : gus ipul

Berita Terkait

Kanal ngopi bareng gus ipul