Agar Diangkat Jadi PNS

Gus Ipul Berjuang Ubah Nasib Ribuan Honorer di Jatim

Senin, 15 Mei 2017 00:11:27
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Gus Ipul Berjuang Ubah Nasib Ribuan Honorer di Jatim

Surabaya (beritajatim.com) - Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mendukung adanya pembahasan revisi Undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait pengangkatan PTT, Honorer, tenaga kontrak dan pegawai tetap non PNS menjadi PNS.

Dukungan tersebut disampaikannya pada acara Sosialisasi dan Konsolidasi tentang Revisi UU 5/2014 tentang ASN di Gedung Juang 45 Surabaya, Minggu (14/5/2017).

Ia mengatakan, bahwa dukungan revisi UU ASN yang menjadikan PTT, honorer, tenaga kontrak dan pegawai tetap non PNS seperti perawat, bidan, penyuluh kesehatan, penyuluh pertanian, penyuluh perkebunan, GTT, maupun tenaga non pemerintah lainnya menjadi PNS sangatlah penting untuk segera dibahas oleh wakil pemerintah di DPR RI. 

Bahkan, bentuk dukungan itu terlihat pada saat Gus Ipul menandatangani surat dukungan pengangkatan PTT, honorer, tenaga kontrak dan pegawai tetap non PNS menjadi PNS melalui revisi UU ASN.

Surat dukungan tersebut akan dikirimkan kepada Presiden Republik Indonesia dan ditembuskan langsung kepada Wapres RI, Ketua DPR RI, Menpan RB, Menkopolhukam, Mensesneg dan Menteri Keuangan. Salah satu poin penting dari isi surat tersebut yakni memberi dukungan sepenuhnya kepada pemerintah dan DPR RI agar membahas dan menyelesaikan Revisi UU ASN yang berkeadilan.

Gus Ipul menyatakan, bahwa pemerintah ingin memberi kesejahteraan pada masyarakat melalui berbagai cara, salah satunya memberi kesempatan kepada pegawai honorer, kontrak non pemerintah agar dapat meningkat statusnya menjadi PNS.

Dia mencontohkan, pada bidang kesehatan di Jatim jumlah perawat dan bidan sangatlah kurang dalam menjangkau serta memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat hingga pelosok desa. Sama halnya, dengan penyuluh pertanian yang sangat kurang jumlah tenaga ahlinya. "Kondisi ini yang menyebabkan banyaknya tenaga tenaga ahli dan tenaga lainnya seperti honorer yang harus dipikirkan kesejahteraannya," jelasnya. 

Gus Ipul ingin bersama sama untuk berjuang agar honorer dapat diangkat menjadi PNS dengan cara yang sah, secara konstitusi dan dilindungi oleh undang-undang. "Saya memberi apresiasi semua pihak yang berjuang dengan cara yang baik secara konstitusional dan dilindungi oleh revisi undang-undang ini bisa segera dibahas oleh wakil masyarakat di DPR," terangnya.

Ditemui seusai acara dan menjawab pertanyaan media terkait berbagai masalah banyaknya tenaga honorer yang ada di daerah, Gus Ipul menjelaskan bahwa banyak pegawai honorer seperti sukarelawan yang tidak diberi gaji dan belum dipikirkan oleh pemerintah daerah setempat.

Ia mencontohkan bahwa terdapat pegawai yang bekerja di lingkungan pendidikan hingga kesehatan diangkat langsung oleh instansi tanpa sepengetahuan dan didata terlebih dahulu oleh dinas/badan kepegawaian setempat.

"Kami akan evaluasi, unit pelayanan publik yang ada di kabupaten/kota agar bupati/walikota mengetahui permasalahan ini. Jangan sampai mereka ini bekerja tapi tidak memiliki penghasilan sehingga seperti tidak bekerja. Kami akan segera mendata berapa banyak pegawai seperti ini yang belum mendapat perhatian," tegasnya. 

Sementara itu, anggota DPR RI Rieke 'Oneng' Diah Pitaloka mengatakan, bahwa revisi ini adalah momen penting untuk memberi kesempatan dan kesejahteraan kepada pegawai honorer di pemerintahan yang ada di seluruh Indonesia untuk segera diangkat menjadi PNS.

Rieke mengajak semua pegawai honorer yang ada di Indonesia untuk berjuang bersama agar UU ASN segera dibahas oleh pemerintah dan DPR RI. Pegawai ASN non pemerintah ini adalah mereka yang berada di garis terdepan dalam memberi pelayanan kepada masyarakat.

"Mana ada generasi muda dan anak-anak kita bisa pintar, jika ada guru yang kekurangan penghasilannya di daerah. Mana bisa negara kita berdaulat pangan, jika kita kekurangan PNS penyuluh di bidang pangan. Mari kita berjuang bersama agar forum dan aspirasi ini bisa segera dibahas oleh pemerintah dan DPR RI," pungkasnya. [tok/but]

Tag : gus ipul

Berita Terkait

Kanal ngopi bareng gus ipul