Aksi Bersama Peduli HIV/AIDS Kampus Ungu-EMCL

19 April 2017 09:17:11
Penulis : Kohar
Email : blok.koko@gmail.com
Aksi Bersama Peduli HIV/AIDS Kampus Ungu-EMCL

Bojonegoro - Setelah berjalan beberapa bulan dengan serangkaian kegiatan di keluarga, Program Gerakan Masyarakat Peduli HIV/AIDS (GeMas HIV/AIDS) hasil kemitraan Kampus Ungu, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Husada (STIKes ICsada) Bojonegoro dengan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) memasuki aksi bersama.

Yakni melibatkan banyak pihak dan warga empat desa di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.

Selasa (18/4/2017), Aksi Bersama Program GeMas HIV/AIDS yang juga telah disetujui SKK Migas itu mengambil tema "Kita Bisa Tanggulangi HIV/AIDS" dan berlangsung di Balai Desa Brabowan. Tidak kurang dari 100 warga hadir ketika penyuluhan mengenai bahaya HIV/AIDS dan berbagai undangan.

Tampak pula bidan desa yang sekaligus mewakili Puskesmas Gayam, Pemdes Brabowan dan pejabat EMCL, Beta Witjaksono.

Acara dimulai dengan senam Perwosi dan pembagian doorprize berupa alat masak, sarung dan sembako. Setelah senam yang diikuti oleh 40 peserta, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan tentang HIV/AIDS pada 100 peserta dari masyarakat umum dan remaja.

"Aksi Bersama ini sebagai upaya untuk mensinergikan gerakan dalam menanggulangi HIV/AIDS. Kampus Ungu juga menggandeng PMI untuk kegiatan donor darah," kata Manajer Program, Yusuf Efendi.
 
Antusias warga terlihat dari jumlah peserta yang hadir memenuhi target. Karena kegiatan penyuluhan yang dikemas dalam bentuk Aksi Bersama ini juga mengadakan pengobatan gratis yang melibatkan dokter dan bidan desa setempat sebagai perwakilan puskesmas.

"Acara sangat menarik, karena melibatkan masyarakat, termasuk saat perencanaan. Kegiatan aksi bersama ini merupakan tindak lanjut dari lokakarya penyusunan sistem penanggulangan yang telah dilakukan pada tanggal 18-19 Maret 2017 di PIB Gayam," jelasnya.

Sementara itu Ketua STIKes ICsada Bojonegoro, Hasan Bisri berharap dengan program ini masyarakat lebih banyak yang paham bagaimana menyikapi penyakit HIV/AIDS, menjaga perilaku dengan sehat, serta memberikan support bagi penderita HIV/AIDS dengan tetap memanusiakannya.

"Semua itu merupakan kesepakatan yang dibangun sebagai upaya membentuk jiwa humanis warga," tambahnya.

Kabar Anda Lainnya