Stephen Hawking Tutup Usia, Ini Warisannya

Rabu, 14 Maret 2018 16:38:50
Reporter : -
Stephen Hawking Tutup Usia, Ini Warisannya
Stephen Hawking. [Foto: BBC]

Ahli fisika terkemuka di dunia, Stephen Hawking, telah meninggal dunia pada usia 76 tahun.

"Kami sangat berduka bahwa ayah kami meninggal dunia hari ini. Dia merupakan ilmuwan hebat dan pria luar biasa yang karya dan warisannya akan terus hidup untuk tahun-tahun mendatang," sebut pernyataan bersama, Lucy, Robert, dan Tim, tiga anak mendiang Hawking.

Keluarga Hawking mengatakan sang ilmuwan meninggal dunia dengan tenang di kediamannya dekat Universitas Cambridge.

Mereka memuji "keberanian dan keteguhan" mendiang dan juga mengatakan "kepintaran dan humornya" menginspirasi orang-orang di seluruh dunia.

"Dia pernah berkata, 'Jagat ini tidak berarti banyak jika bukan menjadi kediaman orang yang kamu cintai'. Kami akan senantiasa merindukannya," sebut anak-anak Hawking.

Selama hidupnya, Hawking dikenal sebagai pria humoris sekaligus duta yang populer bagi sains. Dia telah muncul dalam berbagai acara televisi.

Dalam sebuah episode serial kartun The Simpsons, sosok Hawking diilustrasikan minum bersama Homer di sebuah bar dan bercanda bahwa dia akan mencuri ide Homer mengenai bentuk tata surya seperti donat.

Hawking tampil sebagai dirinya salah satu acara komedi BBC, Red Dwarf. Wujud Hawking dalam hologram pun pernah ditayangkan dalam episode serial Star Trek: The Next Generation.

Ilmuwan itu bahkan mengisi suara dalam sejumlah rekaman. Misalnya, pada tembang band Pink Floyd berjudul Keep Talking di album The Division Bell keluaran 1994.

Di Asia, Hawking diketahui memiliki akun media sosial China, Weibo. Salah satu unggahan yang menarik perhatian adalah ketika dia memuji Wang Junkai—penyanyi utama band pria asal China, TFBOYS.

Awalnya, Wang bertanya kepada Hawking mengenai cara kaum manusia menyiapkan perpindahan ke planet lain di masa depan. Hawking kemudian mengunggah sebuah video di Weibo berisi pernyataan bahwa Wang mengajukan "pertanyaan bagus", yang membuatnya mendapat pandangan tentang kaum milenial di China serta "keingintahuan" mereka soal masa depan.

Diskusi soal migrasi ke planet lain mengemuka setelah Hawking baru-baru ini memperingatkan bahwa seluruh manusia harus meninggalkan Bumi dalam kurun 600 tahun mendatang sebelum peningkatan konsumsi energi secara drastis menjadikan planet ini "bola api".

Sontak pernyataan tersebut memantik diskusi di antara khalayak China, yang 4,3 juta di antaranya mengikuti akun Hawking di Weibo.

Stephen Hawking lahir di Oxford, pada 8 Jauari 1942. Ayahnya, seorang periset biologi, memutuskan menetap di sana untuk menghindari pengeboman di London oleh tentara Jerman.

Setelah meraih gelar sarjana fisika di Universitas Oxford dengan predikat terpuji, Hawking hijrah ke Universitas Cambridge guna menyelesaikan studi doktoral di bidang kosmologi.

Namun, pada usia 22 tahun—menjelang pernikahannya dengan istrinya yang pertama, Jane—Hawking divonis hanya bisa bertahan hidup dua tahun akibat mengidap penyakit saraf yang mempengaruhi kemampuan motorik.

Ternyata penyakitnya berkembang secara perlahan dan Hawking luput dari maut. Hawking dan Jane pun dikaruniai tiga anak. Meski demikian, tubuhnya lumpuh sehingga dia harus memakai kursi roda. Dia juga tidak bisa bicara, kecuali dibantu dengan perangkat suara.

Dengan kondisi demikian, Hawking mampu menyelesaikan buku berjudul A Brief History of Time—sebuah panduan dalam kosmologi. Buku itu terjual lebih dari 10 juta eksemplar dengan predikat "buku paling populer yang tidak pernah dibaca".

A Brief History of Time mendongkrak popularitas Hawking. Apalagi, dia menemukan 'radiasi Hawking'—fenomena kebocoran energi di lubang hitam yang menyebabkannya hilang tanpa jejak.

Dia juga dikenal sangat mampu memvisualisasikan solusi sains tanpa kalkulasi atau eksperimen. Akan tetapi, mungkin yang membuat Hawking sangat terkenal adalah "teori segalanya", yang berpendapat jagat raya berkembang menurut hukum yang pasti.

"Perangkat hukum yang lengkap ini memberikan kita jawaban-jawaban atas beragam pertanyaan, seperti bagaimana jagat raya bermula? Ke mana tujuannya? Apakah ada akhirnya? Jika ada akhirnya, seperti apa berakhirnya? Jika kita menemukan jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, kita benar-benar akan mengetahui jalan pikiran Tuhan," paparnya.

'Teori segalanya' ini kemudian dijadikan judul dalam film The Theory of Everything yang mengisahkan hidupnya. Hawking bahkan bertemu Eddie Redmayne yang memerankan dirinya.

Kondisi tubuh Hawking membuatnya sangat tergantung kepada orang lain. Dia acap kali menyanjung istrinya, yang telah merawatnya selama lebih dari 20 tahun.

Karena itu, teman-teman dan kerabatnya terkejut ketika dia bercerai dengan istrinya dan menikahi salah satu perawatnya pada 1995.

Lima tahun kemudian Hawking sering berkunjung ke unit gawat darurat di salah satu rumah Sakit di Cambridge lantaran mengalami beragam cedera. Kepolisian sempat menginterogasi sejumlah orang lantaran adanya tuduhan Hawking disiksa secara fisik dan verbal selama bertahun-tahun.

Hawking dikenal tidak bisa ditebak dan sering sembrono saat mengendarai kursi roda listriknya. Dia berkeras dirinya tidak disiksa dan tuduhan itu pun belakangan digugurkan.

Pada 2007, dia menjadi penyandang difabel yang mengalami sensasi tanpa bobot tubuh saat menumpang 'vomit comet'—pesawat yang khusus dirancang untuk mensimulasikan nol gravitasi. Dia mengaku melakukannya itu karena berminat pada perjalanan luar angkasa.

"Saya yakin bahwa kehidupan di Bumi semakin berisiko dilanda bencana, seperti perang nuklir mendadak, virus yang dimodifikasi, atau bahaya lain. Saya pikir kaum manusia tidak punya masa depan jika tidak bertolak ke luar angkasa. Karena itu, saya ingin mendorong minat publik terhadap luar angkasa," tuturnya.

Walau mengalami disabilitas, Hawking berpendapat kondisi itu tidak menghentikannya untuk berkeluarga dan berkarya.

"Itu menunjukkan bahwa seseorang tidak boleh kehilangan harapan," ujarnya.

Fakta soal Stephen Hawking: Lahir pada 8 Januari 1942 di Oxford, Inggris.

Awalnya menekuni studi ilmu alam di Universitas Oxford pada 1959, namun meraih gelar doktor di Universitas Cambridge.

Pada 1963, didiagnosa mengidap penyakit saraf yang mempengaruhi kemampuan motorik. Dia diperkirakan hanya mampu bertahan hidup selama dua tahun.

Mengusulkan teori pada 1974 bahwa lubang hitam memancarkan "radiasi Hawking".

Merilis buku A Brief History of Time pada 1988. Buku itu terjual lebih dari 10 juta eksemplar.

Kisahnya dijadikan film The Theory of Everything yang dibintangi Eddie Redmayne pada 2014. [BBC/air]

Tag : inggris

Berita Terkait

Komentar

Kanal Internasional