Hakim Kabulkan Gugatan PT Gala Bumi Perkasa

Kamis, 27 Desember 2018 21:53:40
Reporter : M. Ismail
Hakim Kabulkan Gugatan PT Gala Bumi Perkasa
Liliek Djaliyah MA Sururi, Kuasa Hukum Pemohon, PT Gala Bumi Perkasa

Sidoarjo (beritajatim.com) - Hakim tunggal PN Sidoarjo Minanoer Rachman mengabulkan permohonan praperadilan yang layangkan PT Gala Bumi Perkasa terhadap Subdit IV Poldok Dit Tipidum Bareskrim Mabes Polri soal penyitaan aset tanah seluas 20 hektare di Juanda Park, Desa Pranti Kecamatan Sedati.

Dalam keputusan yang dibacakan, bahwa tindakan termohon yang melakukan penyitaan berupa tanah seluas 194.950 meter persegi di lokasi yang konon dikuasai Henry Jocosity Gunawan dinilai tidak sah.

\"Dan tidak mengikat secara hukum,\" ucapnya. Bukan hanya itu, hakim yang memvonis pada Rabu (26/12/2018) sore itu juga menolak permohonan pemohon selain dan selebihnya.

Dalam permohonan praperadilan, pemohon merasa keberatan atas lahan seluas 20 hektare yang disita tidak sesuai kenyataan di lapangan. \"Itu tidak sesuai kenyataan di lapangan,\" kata Liliek Djaliyah MA Sururi, Kuasa Hukum Pemohon, PT Gala Bumi Perkasa.

Menurut dia, seharusnya yang disita oleh termohon itu surat dokumen aset tersebut, namun faktanya tempat tersebut turut disita. \"Ini yang kami mohonkan. Seharusnya yang disita itu surat-suratnya, bukan tempatnya,\" ucap dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, perkara praperadilan itu berawal dari Subdit IV Direktorat Pidum Bareskrim Mabes Polri memasang plang penyitaan aset luas tanah 20 hektare dan bangunan di Juanda Park, Desa Pranti, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa lapangan.

Penyitaan lahan itu didampingi Satreskrim Polresta Sidoarjo yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris. Tanah dan bangunan itu disita karena bersengketa sesuai ketetapan dalam penyitaan dari Pengadilan Negeri Sidoarjo Nomor 1019/Pen.Pid/2018/PN.Sda.

Putusan itu dikeluarkan atau ditetapkan di Sidoarjo 25 Juli 2018 lalu. Modus dalam kasus ini, tanah yang semula atas nama badan, dialihkan atau dijual yang mengarah pada perorangan. Namun untuk penyidikannya ditangani Bareskrim Mabes Polri.

Sumber di Subdit IV Poldok Dit Tipidum Bareskrim Mabes Polri menyebutkan, kasus yang tercatat dalam perkara 1019/Pen.Pid/2018/PN.Sda adalah soal sengketa tanah Puskopkar.

Dalam penyidikan, di penyidik Bareskrim Mabes Polri, tanah seluas 23 hektar itu adalah milik Puskopkar Jatim. Tanah itu dulunya masih atas nama Iskandar yang dikuasakan oleh Puskopkar dalam divisi perumahan.

Namun, sesudah Iskandar meninggal, tanah itu dikuasai atau diakui oleh Reny Susetyowardhani anak dari almarhum Iskandar. Seiring waktu, sesudah Iskandar meninggal, tanah itu dijual Reny dengan memalsukan sejumlah dokumen dan dibeli Cen Liang alias Henry Jocosity Gunawan dengan uang muka sekitar Rp. 3,5 miliar.

Setelah memberikan uang muka itu, Henry J Gunawan sudah berani membangun di atas area seluas 20 hektar tersebut. Bangunan yang didirikan berupa pergudangan itu diperjualbelikan. Kenekatan Henry J Gunawan oleh Bareskrim Mabes Polri dianggap telah merugikan Puskopkar. [isa/but]

Tag : pasar turi

Berita Terkait

Komentar

Kanal Hukum & Kriminal