PAN Finalkan Satu Nama Pengganti Taufik Kurniawan

Senin, 05 Nopember 2018 23:34:18
Reporter : Hendra Brata
PAN Finalkan Satu Nama Pengganti Taufik Kurniawan

Jakarta (beritajatim.com) - Partai Amanat Nasional (PAN) mengaku telah menyiapkan nama pengganti Taufik Kurniawan sebagai Wakil Ketua DPR. Menyusul ditahannya Taufik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pekan lalu.

Taufik ditahan usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus suap penganggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kebumen yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2016. Wakil Ketua Umum PAN itu diduga membantu Bupati Kebumen nonaktif Yahya Fuad mengegolkan anggaran DAK senilai Rp 100 miliar.

Sebagai imbalan, Taufik mendapatkan fee lima persen dari total dana yang cair. Namun dari kesepakatan, Taufik baru menerima Rp 3,65 miliar.

Ketua DPP PAN Yandri Susanto menyebut, partainya sudah menetapkan satu nama untuk menggantikan Taufik sebagai Wakil Ketua DPR. Menurutnya, keputusan satu nama tersebut diputuskan secara mufakat. Yandri masih enggan mengungkap satu nama yang dimaksud.

"Ya nanti lah Bang Zul (Zulkifli Hasan) yang akan umumkan. Bang Zul lagi kunjungan keluar. Kamis pulang," kilahnya.

Dia menambahkan, meski telah memutuskan satu mana namun pihaknya belum mengirimkan usulan nama tersebut ke pimpinan DPR. Alasannya DPR saat ini masih memasuki masa masa reses.

Yandri memastikan, tidak ada tarik menarik soal satu nama. Semua sepakat pada satu nama yang telah diputuskan.

"Tidak ada kubu-kubuan, tidak ada tarik-menarik antar pengurus partai, antar anggota DPR di fraksi PAN, kami sudah mufakat," kata Yandri.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo mengatakan, ada dua nama yang disebut-sebut bakal menggantikan Taufik sebagai pimpinan DPR. Yakni Ketua Fraksi PAN Mulfachri Harahap dan Wakil Ketua Komisi I DPR dari PAN, Hanafi Rais.

"Muncul dua nama, yaitu Ketua Fraksi PAN DPR RI Mulfachri Harahap dan Wakil Ketua Komisi I Hanafi Rais (putra Amin Rais, red)," kata Drajad. [hen/suf]

Tag : korupsi

Berita Terkait

Komentar

Kanal Hukum & Kriminal