Sidang Diskors, Korban Penipuan Investasi Bodong Kecewa

Kamis, 13 September 2018 11:22:07
Reporter : Nanang Masyhari
Sidang Diskors, Korban Penipuan Investasi Bodong Kecewa

Kediri (beritajatim.com) - Sidang lanjutan kasus dugaan penipuan investasi bodong dengan terdakwa Direktur PT Brent Securities Jakarta, Yandi Suratna Gondoprawiro di Pengadilan Negeri Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (13/9/2018) pagi diskors. Majelis hakim memberikan waktu kepada terdakwa untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, karena mengaku dalam kondisi sakit.

"Saudara hari ini sehat,?" tanya Hakim Ketua. Terdakwa Yandi mengaku, dalam keadaan kurang enak badan. Atas pengakuan terdakwa, majelis hakim sempat berunding. Bahkan, sempat bertanya kepada JPU. Setelah itu, hakim memutuskan untuk menskors sementara.

Keputusan hakim sempat membuat para korban penipuan investasi kecewa. Mereka yang mengatasnamakan 'Korban Brent Scurities' menganggap bahwa terdakwa hanya berpura-pura. "Terdakwa selalu berbuat demikian. Saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Medan juga mengaku sakit," kata salah seorang korban di dalam ruangan.

Majelis hakim meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) membawa terdakwa keluar ruang sidang untuk diperiksakan kesehatannya di Puskesmas Campurejo. Terdakawa langsung diborgol tangannya dan digiring petugas JPU bersama Kepolisian.

Diberitakan sebelumnya, PN Kota Kediri mulai menyidangkan kasus dugaan penipuan investasi bodong PT Brent Securities dan PT Brent Ventura Jakarta. Dalam kasus ini, tercatat ada 859 korban dari seluruh Indonesia dengan kerugian hampir Rp 1 triliun. Salah satu korban adalah Hartono, pengusaha asal Kota Kediri. Pria yang pernah maju dalam bursa Pilwali Kediri 2013 itu mengaku merugi sekitar Rp 7 miliar.

Dalam sidang sebelumnya, hakim menunda selama dua hari. Pasalnya, dua orang hakim berhalangan hadir. Sementara itu, para korban berhadap terdakwa divonis hukuman berat dan kepolisian mengusut praktek Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam kasus yang sudah terjadi sejak, 2014 lalu itu. (nng/kun)

Tag : penipuan, kediri

Berita Terkait

Komentar

Kanal Hukum & Kriminal