Konflik Sipoa, Polda Belum Bisa Lengkapi Petunjuk Jaksa

Selasa, 11 September 2018 15:31:07
Reporter : Nyuciek Asih
Konflik Sipoa, Polda Belum Bisa Lengkapi Petunjuk Jaksa
foto/ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mengaku masih belum menerima kembali berkas perkara tindak pidana penipuan, penggelapan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang sudah menetapkan Aris Birawa sebagai tersangka.

Rahmat Hari Basuki selaku jaksa peneliti dalam perkara ini menyatakan, paska pihaknya memberikan beberapa petunjuk (P18), dan mengemembalikan berkas ke penyidik Polda Jatim (P19) sampai saat ini berkas tersebut belum dikembalikan ke pihaknya. "Belum dikembalilan lagi ke kita," ujar Hari saat dikonfirmasi, Selasa (11/9/2018).

Sebelumnya, H. Usman, Kasi Orang dan Harta Benda (Oharda) Kejati Jatim menyatakan setidaknya ada 20 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait dugaan  yang menyeret sejumlah petinggi PT Sipoa dari penyidik Polda Jatim.

Dari 20 SPDP yang diterima Kejati Jatim, belum semua dilakukan pengiriman berkas perkara ke jaksa peneliti untuk dilakukan penelitian atau dikenal dengan tahap I. "Yang sudah dilakukan Tahap I hanya berkas perkara atas nama tersangka Aris Birawa," ungkap Usman.

"Dalam berkas perkara itu, tersangka Aris Birawa dipersangkakan dengan pasal penipuan, penggelapan dan TPPU. Saat ini, jaksa peneliti masih menunggu pengembalian berkas ini dari penyidik. Nantinya akan dilihat, apakah berkas yang dikirim kembali ke kejaksaan tersebut sudah dilakukan penyempurnaan atau belum, karena penyidik diminta untuk melakukan pengembangan tersangka di sana," kata Usman.

Usman juga menambahkan, untuk berkas perkara atas nama tersangka Aris Birawa tersebut, Kejati Jatim sudah menunjuk beberapa jaksa sebagai jaksa penelitinya. Jaksa yang ditunjuk sebagai jaksa peneliti berkas perkara Aris Birawa itu bernama Jaksa Usman, Jaksa Beni Hermanto yang menjabat sebagai Kasi Keamanan Negara, Tindak Pidana Ketertiban Umum dan Tindak Pidana Umum Lainnya (Kamnegtibum dan TPUL) Kejati Jatim, Jaksa Rahmat Hari Basuki, Rista Erna, Suci dan Novan.

Masih menurut Usman, berdasarkan SPDP yang masuk ke Kejati Jatim, ada beberapa nama yang juga sudah menjadi tersangka selain Budi Santoso, Ir. Klemens Sukarno Candra dan Aris Birawa. Namun sayangnya, ketika ditanya siapa saja nama tersangka baru itu, Usman mengaku tidak mengingatnya. Yang bisa diingat Usman adalah diantara para tersangka baru tersebut, selain dipersangkakan dengan pasal penipuan dan penggelapan, juga dipersangkakan dengan pasal TPPU.

"Saat ini sudah kami inventarisir nama-nama tersangka dan pasal yang dijeratkan ke para tersangka. Hal itu berdasarkan SPDP yang sudah masuk ke kami. Yang membedakan 20 SPDP itu satu dengan lainnya adalah dari sisi pelapornya yaitu para customer, tandas Usman. [uci/suf]

Tag : penipuan

Berita Terkait

Komentar

Kanal Hukum & Kriminal