Polisi Belum Tetapkan Tersangka Dua ASN di Inspektorat dan Diskoperindag Gresik

Jum'at, 07 September 2018 19:52:35
Reporter : Deni Ali Setiono
Polisi Belum Tetapkan Tersangka Dua ASN di Inspektorat dan Diskoperindag Gresik
AKBP Wahyu Sri Bintono Kapolres Gresik

Gresik (beritajatim.com) - Kepolisian Resort (Polres) Gresik belum menetapkan status tersangka pada dua aparatur sipil negara (ASN) di Inspektorat dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Pemkab Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, anggotanya yang melakukan penggeledahan di kantor Inspektorat dan Diskoperindag Pemkab Gresik bukan operasi tangkap tangan (OTT).

Sebab, petugas kami tidak melakukan tangkap tangan kepada dua ASN terkait dugaan pemberian uang sekitar 149 juta lebih yang ditaruh dalam tas kertas batik warna cokelat.

“Kami juga belum bisa tentukan tersangka dalam kasus tersebut karena masih pendalaman dan melengkapi barang bukti," katanya, Jumat (7/09/2018).

Dia menjelaskan, dalam penangkapan tersebut, petugas Polres Gresik selain mengamankan barang bukti uang sebesar Rp 149 juta sekian juta, juga mengamankan dua orang saksi. Mereka di antaranya, pejabat berinesial MKY dan MZ.

“Kami juga telah panggil atasan MZ berinesial AB untuk dimintai keterangan usai kejadian karena berdasarkan pengakuan MZ, AB yang menyuruh memberikanuang Rp 149 juta itu kepada MKY," ungkapnya.

Mantan Kapolres Bojonegoro itu menyatakan, tiga orang tersebut setelah dilakukan pemeriksaan selama 24 jam kemudian dipulangkan. Ditambahkan, polisi masih mengumpulkan bukti pendukung untuk mendalami dan mengungkap kasus yang menggemparkan warga masyarakat Kabupaten Gresik ini.

"Penggeledahan itu dimaksud untuk mencari bukti tambahan baik berupa dokumen maupun CCTV untuk dikloning," ungkapnya.

Saat ditanya apakah pemberian uang Rp 149 juta terkait dugaan pemeriksaan kasus jual beli Pasar Baru. AKBP  Wahyu Sri Bintoro menyatakan masih mendalaminya.

Berdasarkan informasi yang didapatkan menyebutkan, dugaan suap Rp 149 juta dari total yang diminta Rp 250 juta terkait kasus dugaan jual beli stan dan retribusidi Pasar Baru, di Jalan Gubernur Suryo Gresik.

Stan pasar berdasarkan ketentuan peraturan daerah (Perda) dibandrol Rp 3 juta perstan, tapi dijual oleh oknum di lingkup Diskop, UKM dan Perindag Pemkab Gresik hingga ratusan juta perstan dengan ukuran antara 1,5 m3 hingga 2 m3.

Sementara 3 saksi yang dimintai keterangan penyidik Polres Gresik usia OTT dengan inisial MKY adalah pejabat Inspektorat Muhammad Kurniawan Yunianto, MZ adalah pegawai Diskop, UKM dan Perindag,Muhammad Zein dan AB adalah Kepala Diskop, UKM dan Perindag Pemkab Gresik, Agus Boediono.

Secara terpusah Kepala Diskoperindag Agus Boediono membenarkan kalau MZ adalah anak buahnya yang disuruhnya mengantar uang tersebut ke Istwilkab. Uang sebesar itu, diakuinya memang untuk Itwilkab untuk biaya komunikasi.

"Memang saya yang nyuruh, dan itu untuk biaya komunikasi," ujarnya tanpa memerinci biaya komunikasi yang dimaksud," pungkasnya. [dny/ted]

Tag : korupsi gresik

Berita Terkait

Komentar

Kanal Hukum & Kriminal