Kasasi Mantan Wabup Ponorogo 'Nyangkut' di Pengadilan Tipikor Surabaya

Jum'at, 10 Agustus 2018 20:53:39
Reporter : D. Istimora
Kasasi Mantan Wabup Ponorogo 'Nyangkut' di Pengadilan Tipikor Surabaya

Ponorogo (beritajatim.com) – Kasus korupsi yang menjerat mantan Wakil Bupati Ponorogo Yuni Widyaningsih atau Mbak Ida ternyata belum mencapai batas final. Sampai saat ini, kasasi yang diajukannya belum juga sampai ke Mahkamah Agung.

Kepala Kejaksaan Negeri Ponorogo Hilman Azazi mengatakan, kasus ini ternyata nyangkut di Pengadilan Tipikor Surabaya. “Ternyata berkas untuk kasasi yang diajukan masih berada di Pengadilan Tipikor Surabaya, belum dikirim (ke Mahkamah Agung). Saya sudah bersurat ke Mahkamah Agung, katanya disuruh cek ke Pengadilan (Tipikor) di Surabaya. Kita cek ke sana rupanya belum dikirim,” jelasnya, Jumat (10/8/2018).

Hilman menyatakan, ia sudah berkirim surat untuk mempertanyakan proses kasasi ini hingga dua kali ke Pengadilan Tipikor Surabaya. Ia juga mengaku sudah tiga kali ke Surabaya untuk menanyakan secara langsung proses tersebut. Tatap muka dengan pihak Pengadilan Tipikor Surabaya sudah dilakukan dua pekan lalu.

“Dan jawabannya belum dikirim ke sana (Mahkamah Agung). Dia (Pengadilan Tipikor Surabaya) berjanji bulan ini (Agustus) akan dikirim. Nah, setelah itu baru akan disidang di sana dan diputus di sana. Yang jelas kita terus mendorong agar itu segera dikirim,” ujarnya.

Perlu diketahui, pada November lalu Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo menerima petikan putusan atas terpidana mantan Wabup Ponorogo Yuni Widyaningsih terkait kasus korupsi DAK tahun 2012-2013. Dalam petikan putusan yang dikeluarkan Pengadilan Tinggi Jatim tersebut menyatakan Yuni Widyaningsih terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

Pengadilan Tinggi menjatuhkan putusan 4 tahun penjara, dengan denda sebesar Rp200 juta dan uang pengganti sejumlah Rp600 juta. Namun dalam putusan tersebut tidak ada perintah untuk dilakukan penahanan terhadap Yuni Widyaningsih.

Sebelumnya, dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya, majelis hakim menjatuhkan vonis kepada Yuni Widyaningsih atau Mbak Ida hukuman berupa tahanan kota 1,5 selama tahun dengan denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan, uang pengganti Rp600 juta subsider 1 tahun kurungan.

Di pengadilan di tingkat pertama, Yuni Widyaningsih dinyatakan terbukti bersalah dan melanggar pasal 3 juncto pasal 18 ayat 1 (a) dan 1 (b) undang-undang korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Dalam kasus DAK dengan ini terdapat kerugian negara hingga Rp4,5 miliar. Ada setidaknya delapan tersangka dan akhirnya jadi terpidana pada kasus ini. Sesuai vonis, Yuni Widyaningsih tidak ditahan namun hanya ditetapkan sebagai tahanan kota. [dil/but]

Tag : korupsi ponorogo

Berita Terkait

Komentar

Kanal Hukum & Kriminal