Kejari Gresik Periksa 12 Kepala Puskesmas dan Bendahara

Kamis, 09 Agustus 2018 15:54:31
Reporter : Deni Ali Setiono
Kejari Gresik Periksa 12 Kepala Puskesmas dan Bendahara

Gresik (beritajatim.com) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik memeriksa 12 kepala Puskesmas beserta bendahara. Pemeriksaan tersebut untuk melengkapi dugaan korupsi pemotongan dana jasa pelayanan (Jaspel) BPJS yang dipotong 10 persen oleh Dinas Kesehatan Gresik.

Kasi Intel Kejari Gresik Marzuki, SH mengatakan, dalam kasus dana kapitasi ini. Tim Kejari Gresik memanggil 12 kepala Puskesmas bersama bendahara.

"Hingga saat ini pemeriksaan secata marathon masih berlanjut, semua tim bekerja maksimal agar pemberkasan dokumen cepat selesai," katanya, Kamis (9/08/2018).

Ditanya mengenai pertanyaan seputar pemeriksaan. Lebih lanjut Marzuki menuturkan, terkait dengan itu pertanyaannya soal seputar dana kapitasi. Berapa dana nominal yang yang telah dipotong.

"Untuk saat ini kami fokus dulu ke 12  Kepala Puskesmas dan bendahara dulu dari 32 Puskesmas se-Kabupaten Gresik. Pasalnya, sewaktu pemeriksaan butuh waktu yang cukup banyak. Kemungkinan kalau hari ini belum selesai dilanjut besok," ujarnya.

Masih menurut Marzuki, setelah seluruh Kepala Puskesmas menjalani pemeriksaan. Minggu depan, pemeriksaan mengarah ke kepala dinas yang berkaitan. Langkah ini diambil karena ada kemungkinan juga pemotomgan Jaspel BPJS sebesar 10 persen melibatkan dinas lain.

Seperti diberitakan, tim pidsus tindak korupsi Kejari Gresik, menggeledah Kantor kepala, sekretariat, dan bendahara Dinkes Gresik.

Dalam penggeledahan itu. Tim Kejari Gresik membawa dua koper besar berisi ponsel, berkas, dokumen serta sejumlah PC yang dimasukkan jadi satu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan dari kasus ini. Ada dugaan korupsi senilai Rp 500 juta dari pemotongan 10 persen dana jaspel BPJS di Puskesmas. [dny/kun]

Tag : korupsi, gresik

Berita Terkait

Komentar

Kanal Hukum & Kriminal