Kasie Logistik BPBD Malang Jadi Tersangka Korupsi

Rabu, 08 Agustus 2018 16:04:00
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Kasie Logistik BPBD Malang Jadi Tersangka Korupsi

Malang (beritajatim.com) - Kasie Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Deni Eko Setiawan ditetapkan Kejaksaan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang, sebagai tersangka kasus korupsi yang membuat negara dirugikan hingga mencapai Rp.571 juta lebih.

Penetapan tersebut, sesuai hasil dari audit BPKP Jawa Timur jika tersangka, menyelewengkan dana penyewaan lahan eks bengkok saat Deni Eko Setiawan, menjabat Lurah Dampit pada tahun 2014-2016.

“Dari hasil audit BPKP Jatim, ada kerugian negara atas penyelewengan sewa lahan eks tanah bengkok yang dilakukan tersangka Deni senilai Rp.571.500.000. Saat itu tersangka menjabat Lurah Dampit sebelum berpindah tugas sebagai Kasie Logistik BPBD Kabupaten Malang,” tegas Kasie Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Suseno, Rabu (8/8/2018) diruang kerjanya.

Modus operandi Deni Eko Setiawan (37), warga Jalan Segaluh Indah, Kelurahan Dampit, Malang itu, dengan menyewa-nyewakan lahan eks bengkok di Kelurahan Dampit.

“Hasil penyidikan kami ada 30 penyewa lahan. Uang hasil sewa menyewa itu ternyata tidak disetorkan pada kas negara dan juga tanpa sepengetahuan Pemkab Malang. Karena lahan itu milik Pemkab Malang,” beber Seno.

Alasan Deni menggunakan uang sewa ratusan juta tersebut, lanjut Kasie Pidsus, digunakan sebagai operasional saat dirinya menjabat Lurah Dampit. Sejak penyidikan, pihak Kejaksaan sudah menghadirkan banyak saksi termasuk dari DPPKA selaku pengelola aset dan keuangan Pemkab Malang.

“Pemeriksaan terhadap Deni sudah kita lakukan sebanyak tiga kali sejak bulan April 2018 lalu. Hari ini kita tetapkan tersangka. Langsung kita tahan, kita bawa ke Lapas Lowokwaru,” papar Seno.

Selain Deni Eko Setiawan, dua orang mantan Lurah Dampit yang sudah mendekam di Lapas Lowokwaru dan Lapas Wanita Sukun Malang yakni atas nama Zarkasih (58). Zarkasih adalah Mantan Lurah Dampit tahun 2010. Terakhir ia menjabat Kasie Pemerintahan Kecamatan Tumpang. Zarkasih menggelapkan uang sewa tanah eks bengkok hingga muncul kerugian negara sebesar Rp.42.900.000.

Sedang Lies Indra Cahya (57), Mantan Lurah Dampit Tahun 2011-2013, juga korupsi hingga mengakibatkan kerugiaan negara mencapai Rp.117.500.000. Lies sebelum ditetapkan tersangka dan mendekam di Lapas Wanita Sukun menjabat Sekcam Dampit.

Dari ketiga Mantan Lurah Dampit yang jadi tersangka korupsi itu, kerugian negara secara total mencapai Rp.731.900.000. “Modus mereka yaknk tiga mantan lurah ini sama ya. Menyewakan tanah eks bengkok tapi uang sewa tidak disetorkan pada kas negara,” Seno mengakhiri. (yog/kun)

Tag : korupsi, malang

Berita Terkait

Komentar

Kanal Hukum & Kriminal