Terdengar Suara Mendesah di Kamar Siswi SMP, ternyata Sedang Digagahi Pacarnya

Senin, 23 Juli 2018 18:02:02
Reporter : Ragil Priyonggo
Terdengar Suara Mendesah di Kamar Siswi SMP, ternyata Sedang Digagahi Pacarnya

Surabaya (beritajatim.com) - Perjalanan bercinta seorang sekuriti PT KALOG, sebut saja YLM warga Kalimas Surabaya, harus berakhir di tangan Anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Sebab, pria berusia 19 tahun ini terbukti melakukan aksi pencabulan terhadap siswi SMP di Surabaya Utara, sebut saja dengan nama Bunga.

"Karena sering mencabuli korban, pelaku sampai lupa berapa kali melakukannya," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto kepada wartawan, Senin (23/7/2018).

Masih kata Antonius, perkenalan pelaku sama korban yang masih duduk di bangku kelas XI itu terjadi sebelum tahun baru 2018. Keduanya saling kenal ketika keduanya ada di kantin tempat kerja YLM.

"Sebab posisi antara sekolah dengan tempat kerja pelaku sangat dekat," imbuhnya.

Di kantin itulah akhirnya mereka saling mengenal sampai menjalani kasih sayang atau berpacaran. Meskipun mengetahui kalau korban masih dibawa umur, pelaku tidak ingin sekadar pacaran.

Melainkan YLM mau mengajak korban untuk melakukan hubungan intim layaknya pasangan suami istri. "Awalnya pelaku menghubungi korban karena ingin main ke rumah," terangnya.

Ternyata, kedatangan pelaku di rumah Bunga yang ada di Jalan Teluk Aru Surabaya, membawa keberuntungan yakni situasi keadaan sepi. Lantas, pelaku yang melihat korban begitu menggairahkan maka dirayu. Mulai janji akan menikahi jika terjadi apa-apa.

Atas rayuan itu, keduanya melakukan hubungan intim. "Saya melakukannya selalu di rumah dia (korban)," aku pelaku.

Tepat Hari Jumat 13 Juli 2018, sekitar pukul 16.00 Wib, ternyata hubungan terlarang itu diketahui kakak korban yang mendengar suara mendesah di dalam kamar adiknya. Tapi, waktu dicari di kamar Bunga, pelaku tidak ditemukan.

"Setelah dicari-cari ternyata YLM sembunyi di bawah kolom tempat tidur," papar Antonius.

Hingga akhirnya pelaku digelandang ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk dilaporkan atas perbuatan pencabulan.

Kini atas perbuatannya, polisi menjerat pelaku dengan Pasal 82 UU 35 tahun 2014 atas perubahan UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Kalau ancamannya kurang lebih 3 tahun penjara," pungkasnya. [gil/but]

Tag : asusila

Berita Terkait

Komentar

Kanal Hukum & Kriminal