Bunuh Teman Kencan, Mbah Sudrun Divonis 12 Tahun Penjara

Selasa, 10 Juli 2018 19:02:45
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Bunuh Teman Kencan, Mbah Sudrun Divonis 12 Tahun Penjara

Malang (beritajatim.com) - Mbah Sudrun (75) divonis hukuman 12 tahun penjara dalam sidang kasus pembunuhan di Kantor Pengadilan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (10/7/2018).

Mbah Sudrun punya nama asli Sukiman. Pria sepuh warga Desa Sekarbanyu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang itu, terbukti bersalah telah membunuh wanita idaman lain (WIL) usai disetubuhi lebih dulu beberapa waktu lalu.

Pembunuhan menggunakan batu dengan memukulkan ke wajah dan kepal korban, diawali karena Mbah Sudrun tersinggung perkataan korban perihal tidak mampu ereksi saat berhubungan intim dengan wanita paruh baya yang juga seorang WIL Mbah Sudrun.

Lucunya, dalam persidangan Mbah Sudrun meminta keringanan hukuman. Usai pembacaan vonis putusan, Mbah Sudrun langsung menemui Majelis Hakim dan meminta uang saku untuk bekal selama dalam tahanan.

"Saya disangoni pak Hakim, nggak punya uang di penjara, apalagi hukumannya lama ini," tutur Mbah Sudrun pada Ketua Majelis Hakim Persidangan PN Kepanjen, Edi Antonno SH, Selasa (10/7/2018).

Tak ayal, melihat perangai Mbah Sudrun yang minta uang sejumlah pengunjung sidang dan majelia hakim langsung tersenyum. Hakim PN Kepanjen, Edi Antonno kemudia mempersilahkan terdakwa dibawa kembali masuk ke ruang tahanan PN Kepanjen Malang.

Dalam persidangan sendiri, Ketua Majelis Hakim persidangan Edi Antonno menjatuhkan vonis hukuman selama 12 tahun penjara kepada Mbah Sudrun. Ini setelah dalam persidangan terdakwa terbukti bersalah melakukan pembunuhan terhadap teman wanitanya bernama Painah (65), warga Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang pada Rabu (31/1/2018) lalu karena diolok burungnya loyo.

Vonis tersebut lebih ringan tiga tahun dari tuntutan JPU Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Sutini SH dengan tuntutan hukuman 15 tahun penjara. "Vonis 12 tahun penjara dipotong masa tahanan, dan semua barang bukti disita negara. Dan terdakwa tidak perlu khawatir karena nanti pasti ada remisi dari negara," beber Edi Antonno.

Terpisah, Penasehat Hukum terdakwa, Abdul Halim SH mengatakan, vonis yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim sudah cukup baik. Karena lebih ringan tiga tahun dari tuntutan JPU hukuman selama 15 tahun. "Terdakwa tadi tetap meminta keringanan hukuman langsung ke majelis hakim, tapi vonis telah dijatuhkan Majelis Hakim sehingga tidak bisa diubah lagi," terang Abdul Halim.

Diakui Abdul Halim, tindakan dari terdakwa yang tetap meminta keringanan hukuman meski vonis sudah dijatuhkan merupakan haknya. Karena bagaimanapun, dengan kondisi usia 75 tahun dengan vonis 12 tahun penjara dirasa cukup berat. Karena bisa saja hukuman tersebut menjadi seumur hidupnya di penjara. "Kami tadi juga menenangkan terdakwa untuk menerima vonis itu. Terdakwa tidak banding dan sudah pasrah dengan vonis tersebut," Abdul Halim mengakhiri. (yog/kun)

Tag : pembunuhan malang

Berita Terkait

Komentar

Kanal Hukum & Kriminal