Guru Ini Cabuli Muridnya Sejak SMP Hingga Hamil

Senin, 09 Juli 2018 21:54:54
Reporter : Rindi Suwito
Guru Ini Cabuli Muridnya Sejak SMP Hingga Hamil

Banyuwangi (beritajatim.com) – Seorang oknum guru SMP di Banyuwangi tega melakukan hal seronok terhadap siswanya. Pria berinisial KS itu melakukan mencabuli muridnya hingga hamil.

Kisahnya, perlakukan cabul guru kepada murid ini berlangsung enam tahun silam. Saat itu sang siswa berinisial DI masih duduk di bangku kelas 3, SMP di Tegaldlimo. Kala itulah, sang guru mata pelajaran Bahasa Inggris ini melancarkan niatnya.

"Sementara tersangka, KS masih aktif mengajar sebagai guru di sekolah tersebut. Perbuatan pencabulan yang dilakukan tersangka terhadap korban dilakukan berulang kali hingga korban lulus SMP dan SMA. Kasus tersebut baru dilaporkan ke Mapolres Banyuwangi pada Januari 2018 lalu," kata Kasatreskrim Polres Banyuwangi, AKP Panji Prathista Wijaya, Senin (9/7/2018).

Bahkan, perlakuan itu diduga hingga korban masuk ke bangku kuliah. Namun, selama itu korban tidak berani melapor lantaran selalu dibayangi ancaman dari sang guru. "Jika melapor polisi foto syur milik korban akan disebarluaskan," jelas Kasatreskrim.

Akan tetapi, kata Panji, Januari 2018 kasus mulai terbuka. Hingga laporan masuk ke meja Polres Banyuwangi. "Laporan itu dari PW ayah kandung korban warga Kecamatan Tegaldlimo. Setelah naik menjadi laporan, kasus tersebut akhirnya coba didalami oleh petugas," ungkapnya.

Ironisnya, saat dipanggil oleh penyidik Polres Banyuwangi KS selaku terlapor selalu mangkir. Hingga akhirnya dipanggil paksa. "Setelah dimintai keterangan sebagai saksi, selanjutnya langsung dilakukan gelar perkara dan dari hasil perkara itu langsung ditetapkan sebagai tersangka," katanya.

"Tersangka dengan inisial KS warga Dsn. Asembagus, Desa Purwoagung Kecamatan Tegaldlimo sudah kami tahan di Mapolres Banyuwangi,” ungkapnya.

Bersama tersangka, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, satu buah HP merk samsung warna hitam, satu buah HP nokia warna merah, satu keping VCD rekaman pembicaraan, screen shoot whatsapp berisi ancaman dan ajakan tersangka kepada korban.

Atas kasus persetubuhan itu, tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat 1, 2, dan 3 UU Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak di bawah umur junto Pasal 64 KUHP dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun. (rin/kun)

Tag : cabul banyuwangi

Berita Terkait

Komentar

Kanal Hukum & Kriminal