Pertanyakan Undangan Pemilih, PPL Dikeroyok KPPS di TPS

Rabu, 27 Juni 2018 21:43:47
Reporter : Temmy P.
Pertanyakan Undangan Pemilih, PPL Dikeroyok KPPS di TPS
foto/ilustrasi

Sumenep (beritajatim.com) - Kasus dugaan penganiayaan menimpa Sunni (38), salah satu petugas Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur di Desa Timur Jang jang, Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep.

Penganiayaan itu dilakukan di TPS III, dusun Gambu-gambu, diduga dilakukan oleh tiga oknum Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) setempat.

Informasi di lapangan, penganiayaan itu berawal ketika korban sebagai PPL, menanyakan kepada KPPS, terkait form C6 (surat pemberitahuan pemilih) yang disinyalir banyak tak terdistribusi ke pemilih.

Versi korban, anggota KPPS langsung emosi ketika ditanya tentang C6 yang diduga banyak yang tidak disampaikan ke pemilih. Kemudian oknum anggota KPPS itu tiba-tiba memukul korban menggunakan bangku sekolah. Akibatnya, korban mengalami luka pada bagian wajah dan kepala robek.

"Kami memang menerima laporan bahwa PPL kami diduga dianiaya KPPS. Dikeroyok malah. Karena pelakunya tiga orang. Ada yang menyerang dari depan, ada yang dari belakang," kata komisioner Panwaslu Kabupaten Sumenep, Imam Syafi'ie, Rabu (27/6/2018).

Ia kemudian meminta PPL untuk melaporkan kasus dugaan penganiayaan tersebut ke aparat kepolisian, agar diproses secara hukum.

"Informasi terakhir, PPL kami sudah melaporkan ke Polsek Kangayan. Kami berharap agar aparat kepolisian bisa menindaklanjuti kasus ini sesuai aturan yang berlaku," tandasnya. [tem/suf]

Tag : penganiayaan

Berita Terkait

Komentar

Kanal Hukum & Kriminal