Kapolresta: Ancaman Bisa Dihadapi dengan Persatuan dan Kesatuan

Rabu, 16 Mei 2018 00:39:15
Reporter : Misti P.
Kapolresta: Ancaman Bisa Dihadapi dengan Persatuan dan Kesatuan

Mojokerto (beritajatim.com) - Bersama 3 pilar dan semua elemen masyarakat, Polres Mojokerto Kota dan jajaran menggelar doa bersama, Selasa (15/5/2018). Kegiatan tersebut dilakukan agar Mojokerto dilindungi dari ancaman radikalisme dan terorisme.

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Sigit Dany Setiyono mengatakan, keamanan merupakan hal yang sangat mahal dan tak ternilai harganya. "Kita baru saja mendapatkan ujian terutama umat nasrani berupa ancaman dan tindakan yang tidak manusiawi," ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Kapolresta, semua elemen bersama-sama membantu pemerintah baik TNI/Polri untuk mencegah dan menolak terorisme dan radikalisme dari kelompok yang membawa naik baik Islam sehingga hancur.

"Niat kami ingin memberikan kepada masyarakat gambaran bawah kita bisa bersatu karena ancaman bisa dihadapi dengan persatuan dan kesatuan. Kegiatan ini cukup riskan, karena teror dimanapun dan kapanpun bisa terjadi tapi dengan keyakinan Allah SWA bersama kita, dilindungi kebenaran di atas tindakan terorisme," katanya.

Sehingga, tegas Kapolresta, pihaknya mengundang semua elemen masyarakat untuk berdoa bersama agar mendapat rahmad dari Allah SWT agar Mojokerto terlindungi dari gerakan adikalisme dan terorisme. Pihaknya juga berharap semua elemen masyarakat bisa memberikan masukan kepada Polres Mojokerto Kota.

"Semoga kegiatan ini menjadi pembuka kegiatan lintas agama jika dibutuhkan dan Polri membuka diri untuk mendapatkan masukan dan saran yang dibutuhkan masyarakat. Tujuan kegiatan ini tidak lain untuk menyatuhkan 3 pilar dan semua elemen masyarakat, yakni doa bersama lintas agama," ujarnya.

Kapolresta menambahkan, pengeboman di Surabaya dan Sidoarjo memberikan tekanan psikologis kepada seluruh masyarakat. Namun tekanan tersebut harus diubah menjadi energi menyatuhkan semua elemen masyarakat untuk menunjukkan tidak ada yang perlu ditakuti.

"Tidak perlu ada yang perlu ditakuti dari upaya-upaya pihak yang akan mencerai berai kita tapi sebaliknya kita harus semakin bersatu untuk menyelamatkan dan mengamankan serta membuat damai Kota Mojokerto. Dan alhamdulillah Kota Mojokerto masih kondusif tapi tidak boleh menurunkan kewaspadaan kita," tuturnya.

Pihaknya berharap 3 pilar yakni TNI/Polri dan pemerintah baik Pemkab maupun Pemkot Mojokerto tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikutsertakan semua tokoh masyarakat mulai tingkat RT/RW untuk meningkatkan kepedulian dan kepekaan. Seperti melakukan razia terhadap kontrakan dan kos-kosan.

"Serta menginformasikan secepatnya untuk diketahui pihak berwajib. Rapat forpompinda juga menghasilkan kita harus bergerak secara kongkrit kepada masyarakat dengan melakukan tindakan pencegahan. Yang paling dekat yakni razia dan sosialisasi serta wajib lapor 1x24 jam untuk kembali diperkuat," lanjutnya.

Tak hanya itu, tegas Kapolresta, kaum ibu dan pihak sekolah menyakinkan jika di lingkungan masing-masing tidak berkembang terorisme. Menurutnya, semua elemen masyarakat harus ikut serta dan mengambil bagian dalam perang melawan terorisme. [tin/suf]

Tag : teroris

Berita Terkait

Komentar

Kanal Hukum & Kriminal