Kades Tegalrejo Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa

Senin, 14 Mei 2018 14:09:49
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Kades Tegalrejo Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa

Malang (beritajatim.com)--Satuan Reskrim Polres Malang Unit Tipikor menetapkan Kades Tegalrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Ari Ismanto, sebagai tersangka kasus korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) atau ADD.

Kepastian itu disampaikan langsung Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda, Senin (14/5/2018) siang ini pada beritajatim.com di kantornya.

“Kades Tegalrejo langsung kita tahan. Kita tetapkan tersangka sejaak Sabtu kemarin,” tegas Adrian. Kata dia, penahan Ari Ismanto terkait penyelewengan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2015, yang merugikan negara sebesar Rp 150 juta.

“Sudah ditahan sejak Sabtu malam. Ada kerugian negara sesuai audit BPKP beberapa waktu lalu,” papar Adrian.

Ia melanjutkan, selama proses pemeriksaan, Kades Tegalrejo juga dilalukan tes urine. Hasilnya, Ari Ismanto positif dan terindikasi memakai narkoba jenis sabu-sabu.

“Dari tes urine, tersangka ini ternyata menggunakan narkoba juga, jenis sabu-sabu. Tapi ngakunya sudah lama pakai SS usai tes urine kita lakukan,” tutur Adrian.

Ia menambahkan, penyidikan kasus dugaan korupsi ini, setelah polisi ‘mencium’ adanya penyelewengan anggara ADD pada tahun 2015. Anggaran sekitar Rp 150 juta, yang semestinya diperuntukkan untuk pembelian mobil kesehatan ambulance, namun oleh Ari Ismanto justru dibelikan mobil Honda Jazz.

Selain terjerat dugaan penyimpangan anggaran ADD, Ari Ismanto sebelumnya juga menjadi terdakwa dugaan penyerobotan lahan PTPN XII Kebun Pancursari. Kasus tersebut masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Kepanjen. Sekarang ini, kasusnya sedang menunggu putusan saja.

Ari Ismanto menjadi terdakwa karena dianggap menduduki, menguasai dan menggarap lahan seluas 177 hektare lebih dengan cara ilegal mulai Januari 2016 sampai Oktober 2017. Lahan tersebut ditanami tebu dan ketela pohon.

Padahal, untuk mengerjakan lahan milik PTPN XII tersebut, harus ada kerjasa sama usaha (KSU) antara terdakwa dengan PTPN XII yang berkedudukan di Surabaya, melalui pengelolaan PTPN XII Kebun Pancursari, Sumbermanjing Wetan.

Selain itu, Ari juga didakwa tidak menghiraukan upaya penyelesaian secara baik-baik serta dianggap menggarap lahan milik PTPN XII secara ilegal. Ari dijerat pasal 107 huruf a jo pasal 55 huruf a UU RI nomor 39 tahun 2014 tentang Perkebunan. [yog/air]

Tag : korupsi

Berita Terkait

Komentar

Kanal Hukum & Kriminal