Kenalan Lewat Medsos

Kuli Bangunan Gagahi Siswi SMP Sebanyak 3 Kali

Sabtu, 07 April 2018 18:03:17
Reporter : Ragil Priyonggo
Kuli Bangunan Gagahi Siswi SMP Sebanyak 3 Kali

Surabaya (beritajatim.com) - Pria berpostur kurus, Agus Widodo, digelandang oleh anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya.

Pria berusia 27 tahun ini dilaporkan telah menyetebuhui pelajar yang masih duduk di bangku kelas IX SMP, sebut saja NAS, 15 tahun.

"Adanya laporan. Kemudian kami melakuka pemeriksaan korban. Selanjutnya kami lakukan penangkapan terhadap tersangka," kata Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni, Sabtu (7/4/2018).

Dalam kesehariannya, Agus merupakan kuli proyek bangunan dan tinggal di Jalan Pandegiling Tengah No 48 Surabaya. Di hadapan petugas, Agus mengaku bahwa aksi bejatnya dilakukan pada April 2018. Semua dilakukan di tempat tinggal tersangka. "Tiga kali saya mengajak korban tuk tidur layaknya pasangan suami istri," aku Agus.

Antara Agus dan NAS saling kenal pada 23 Maret 2018. Perkenalan dilakukan lewat media sosial facebook. Merasa saling penasaran dan ingin lebih akrab, korban dan pelaku sepakat bertemu sekitar pukul 17.00 WIB.

Untuk menunjukan kalau tersangka ini mempunyai pribadi penyayang dan perhatian, maka dalam pertemuan itu korban dijemput di sebuah gang dekat rumahnya di kawasan Surabaya Selatan.

Tetapi modal penyayang dan memberikan perhatian itu, hanya akal-akalan Agus saja. sebab pelaku sudah tertarik dengan tubuh korban dan ingin meniduri gadis yang masih polos tersebut. "Rayuan pelaku ini tidak digubris. Namun Agus memaksa korban untuk melakukan hubungan terlarang. Hingga terjadilah peristiwa itu," jelas Ruth.

Usai menyalurkan nafsu bejatnya, sekitar pukul 20.00, pelaku mengantar NAS pulang. Merasa telah mendapatkan perbuatan yang tidak pantas, NAS sendiri tak langsung bercerita kepada kedua orang tuanya.

Sebab, dia takut ancaman pelaku. Korban diancam akan dirusak nama baiknya dengan menceritakan aksi cabul itu ke teman-teman sekolahnya. "Karena tidak mau cerita, pelaku mudah mengajak korban lagi bahkan aksinya itu dilakukan dua kali dalam semalam," tambah Ruth.

Mengetahui korban semalam tidak pulang, orang tuanya langsung meminta penjelasan dari NAS. Nah, dari situlah korban menceritakan petaka yang dialaminya. Karena tidak terima, keluarga kemudian melaporkan kasus tersebut ke polisi.

"Atas kasus itu, Agus dikenakan pasal 81 UU NO 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak," pungkas Ruth Yeni. [gil/suf]

Tag : asusila

Berita Terkait

Kanal Hukum & Kriminal