Kejam.. Anak Tiri Diancam Pisau lalu Dicabuli dan Hamil

Rabu, 28 Maret 2018 20:06:31
Reporter : Misti P.
Kejam.. Anak Tiri Diancam Pisau lalu Dicabuli dan Hamil

Mojokerto (beritajatim.com) - Misran (58) warga Desa Bening, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto diamankan anggota Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto. Pelaku terbukti mencabuli anak tirinya hingga hamil.

Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, kejadian pencabulan terjadi pada 28 Januari 2018 dengan pengancaman. "Yang dicabuli anak tirinya, saat ibunya jualan madu di Padusan. Setelah selesai mengantar ibunya, korban tidur," ungkapnya, Rabu (28/3/2018).

Korban yang tidur kemudian terbangun setelah pelaku pulang. Usai mandi, pelaku mengajak korban berhubungan badan layaknya suami-istri. Namun saat korban menolak, pelaku mengancam menggunakan senjata tajam (sajam) jenis pisau dapur.

"Pencabulan tersebut dilakukan beberapa kali hingga korban yang statusnya pelajar tingkat SMA, saat ini hamil. Pelaku dijerat pasal sama dengan kasus pencabulan santriwati namun karena ada hubungan keluarga dengan korban sehingga ancaman lebih besar," katanya.

Yakni Pasal 76D UU RI Nomor 35 tahun 2014 Jo Pasal 81 ayat (1), (3) UU RI Nomor 35 tahun 2014 dan Pasal 76E UU RI Nomor 35 tahun 2014 Jo pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2014. Hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda Rp 5 miliar.

Korban Bunga (nama samaran, red) (17) warga Desa Bening, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Sementara barang bukti yang diamankan antara lain, satu poyong celana pendek jeans warna biru, satu potong kaos lengan pendek warna orange, satu potong BH warna ungu, satu potong celana dalam warna pink kombinasi putih dan sebilah pisau dapur.

Sementara pelaku, Misran (58) mengaku mengancam dengan pisau dapur satu kali setelah beberapa kali melakukan. "Setiap melakukan di rumah saat istri jualan. Saya tidak maksa tapi saya hanya mengancam untuk melakukannya," tuturnya. [tin/but]

Tag : asusila

Berita Terkait

Komentar

Kanal Hukum & Kriminal