Gadis SMA Dijadikan Pemandu Lagu dan Disetubuhi Pacar

Selasa, 13 Februari 2018 17:52:20
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Gadis SMA Dijadikan Pemandu Lagu dan Disetubuhi Pacar

Malang (beritajatim.com) - Tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang, mengamankan seorang pria dan dua orang anak baru gede (ABG), Selasa (13/2/2018) sore ini.

Seorang pria berinisial FR (19), warga Kepanjen, Kabupaten Malang, di duga menjadi tersangka atas kasus membawa lari anak dan persetubuhan dengan anak yang masih dibawa umur bernama Intan (bukan nama sebenarnya-red), warga Kepanjen. 

Kasat Reskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda, mengatakan, korban masih berumur 16 tahun. “Korban ini masih sekolah. Korban diajak oleh terlapor yakni FR untuk menjadi pemandu lagu dengan dijanjikan dapat uang Rp 200 ribu,” ungkap Adrian.

Kasus ini terungkap saat Polisi menggelar razia disejumlah tempat karaoke diwilayah Kepanjeen. 

Setelah diinterogasi petugas, korban ternyata baru saja menjadi pemandu lagu satu kali dan dijanjikan diberi imbalan Rp 200 ribu, atas ajakan FR dan teman gadisnya.

Setelah dilakukan penelusuran, korban ternyata sudah meninggalkan rumah sejak tanggal 5 Februari 2018 dengan alih ada pendidikan sistem ganda (PSG) disekolahnya. 

Korban lalu dijemput FR. Oleh FR, korban justru dibawa ke rumah kos teman FR dikawasan Kepanjen. 

Selama 7 hari berada di rumah kos teman FR, korban juga disetubuhi dan diajak menjadi pemandu lagu oleh FR dan temannya. 

Setelah dilakukan pencarian, keluarga korban akhirnya mengetahui keberadaan korban pada tanggal 12 Februari 2018 pasca korban terkena razia di tempat karaoke. “Keluarga korban sudah kita panggil. Saat ini terlapor FR dan dua temanya sudah kita periksa. Masih kita dalami,” terang AKP Adrian.

Saat ditanya apakah ada unsur traficking atau perdagangan manusia dalam kasus ini? “Kita dalami dulu hasil penyidikan seperti apa nanti. Yang pasti korban diajak temannya sebagai pemandu lagu. Lalu kos sendiri, ditempat kos juga disetubuhi oleh FR. Nah apakah juga ada unsur traficking masih kita dalami,” urai Adrian.

“Kita periksa sore ini dua teman korban yang mengajak jadi pemandu lagu dan terlapor FR. Antara FR dan korban ini mereka pacaran,” Adrian mengakhiri.

Atas perkara ini, FR terancam dijerat pasal 81 dan pasal 82 UU nomer 35 tahun 2014 tentang perubahan UU nomer 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan pasal 332 KUHP, atas persetubuhan dengan anak dibawah umur dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (yog/ted) 

Tag : cabul

Berita Terkait

Kanal Hukum & Kriminal