Dinsos Bojonegoro Dampingi Bocah Korban Cabul

Kamis, 18 Januari 2018 19:17:41
Reporter : Tulus Adarrma
Dinsos Bojonegoro Dampingi Bocah Korban Cabul

Bojonegoro (beritajatim.com) - Awal tahun 2018 Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mendampingi satu kasus pornografi anak. Pendampingan yang dilakukan Dinsos untuk mengembalikan kepercayaan diri pelaku maupun korban terhadap lingkungan sekitar. Sementara kasus hukumnya ditangani kepolisian setempat.

"Masalah sosial terhadap anak yang timbul didalam permasalahan itu yang kita dampingi," ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elisabeth, Kamis (18/1/2018).

Salah satunya adalah kasus pencabulan yang terjadi di Kecamatan Purwosari. Korbannya masih duduk dibangku sekolah dasar. Untuk mengembalikan kepercayaan diri anak, pihak Dinas Sosial bersama dengan Pusat Perlingkungan Perempuan dan Anak (P3A). Pendampingan yang dilakukan selain kepada anak juga pendidikan terhadap orang tua.

"Karena dari segi lingkungan sekitar juga berpengaruh. Sehingga orang tua juga perlu memberikan pendidikan seks kepada anak sesuai dengan bahasa mereka (anak)," ujarnya.

Namun belum banyak kasus anak yang juga dilaporkan kepada Dinas Sosial. Kasus yang ditangani saat ini merupakan yang butuh intervensi pemerintah. Semantara, kata Helmy, kasus anak yang terjadi ini belum banyak yang dilaporkan kepada Dinas Sosial. "Kita mendampingi kepada yang memang membutuhkan peran serta pemerintah," jelasnya.

Hingga saat ini kasus pornografi anak yang ditangani oleh Dinas Sosial hanya satu kasus. Selebihnya, ada empat kasus anak yakni perbuatan kriminalitas pencurian. Empat kasus anak itu berada di Kecamatan Bojonegoro, Margomulyo, Malo, dan Kecamatan Dander. Para pelaku anak ini diupayakan untuk mendapat kembali layanan pendidikan. Sedangkan bagi orang tua pelaku maupun korban kasus anak akan diberikan modal usaha ekonomi produktif.

"Pelayanan yang diberikan ketika orang tuanya masih produktif bisa diberikan modal usaha ekonimi produktif. Bagi anaknya diupayakan mendapat layanan pendidikan. Namun jika anak diatas usia 15 tahun diupayakan pelatihan di PSBR," terangnya.

Helmy mengatakan, saat ini pihaknya mengaku sedang melakukan pendekatan kepada korban anak yang mendapat perlakuan bullying dari oknum polisi di Kecamatan Margomulyo. Pihaknya mendorong agar anak tersebut bisa mendapatkan layanan pendidikan kembali. "Sekarang kita masih mengumpulkan data latar belakang anak tersebut," pungkasnya. [lus/but]

Tag : asusila

Berita Terkait

Kanal Hukum & Kriminal