Satpam Ini Gerayangi Siswa SDN Tulangan

Kamis, 14 Desember 2017 21:17:18
Reporter : M. Ismail
Satpam Ini Gerayangi Siswa SDN Tulangan

Sidoarjo (beritajatim.com) - Misnanto,(41) Satpam Klinik Ridlo Desa Modong Kec. Tulangan diringkus Unit Reskrim Polsek Tulangan. Misnanto diduga melakukan pelecehan seksual terhadal korban Bunga (nama samaran) siswa SDN Kelas Vl di Tulangan.

Pelecehan yang dilakukan Cak To warga Dusun Bareng RT 03 Desa Babatan, Ponorogo yang kos di Desa Kemantren Kec. Tulangan itu berawal, korban dibawa oleh neneknya Nur Khasanah (41) ke Klinik Ridho karena sakit. Di Klinik Ridho, pasien tidak bisa terlayani karena tidak menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS)

Karena tidak mempunyai KIS, Nur Khasanah mengajak cucunya pulang ke rumah yang tidak jauh dari klinik tersebut. Saat berada di parkiran, korban dan neneknya ketemu pelaku. Saat ditanya pelaku kenapa pulang, jawab nenek korban karena tidak punya KIS.

Mendengar jawaban nenek korban, pelaku akhirnya merayu dan menawarkan diri bisa menguruskan KIS untuk kepentingan pengobatan korban. Tanpa curiga, Nur lansung menyetujui tawaran pelaku dan korban diserahkan ke pelaku untuk mengurus KIS di Sidoarjo.

Tidak lama neneknya pulang pelaku mangajak korban menaiki motor motor jenis Honda Vario Nopol W 4729 OR  berboncengan menuju Kantor BPJS Kesehatan di Jalan Pahlawan Sidoarjo. Namun di tengah perjalanan, Bunga diajak ke tempat kostnya di Desa Kemantren Tulangan. Setibanya ditempat kost, Bunga disuruh masuk ke dalam kamar.

Di kamar kost, pelaku melancarkan aksi tak bermoral terhadap korban dengan dalih sebagai syarat untuk mendapatkan KIS. Setelah berhasil memperdayai Bunga, pelaku menciumi bagian bibir korban, meremas payudara dan memegangi bagian kelamin korban.

"Pelaku juga memaksa ingin melepas celana dalam korban tapi korban menolak. Aksi di kamar kos itu dilakukan sekitar dua menit oleh pelaku," kata Kanit Reskrim Polsek Tulangan Ipda Sudarso, Kamis (14/12/2017).

Pelaku yang ketahuan aksinya diketahui penghuni kos lainnya, akhirnya memutuskan ke Sidoarjo menuju Kantor BPJS Kesehatan Sidoarjo untuk mengurus KIS. Sesampai di kantor BPJS Kesehatan Sidoarjo, pelaku masuk ke kantor sebentar dan balik memberitahu Bunga bahwa komputer yang berada di kantor tersebut trouble (error).

Setelah dari kantor BPJS Kesehatan, pelaku kemudian mengajak korban pulang. Setibanya di rumah, Bunga nampak murung dan kesal. Merasa penasaran dan curiga, Nur khasanah (nenek koran red,) menanyakan hasil pengurusan surat KIS. Mendengar pengakuan polos korban apa yang baru saja dilakukan oleh pelaku, Nur Khasanah lansung melapor ke Polsek Tulangan.

"Pelaku berhasil kami amankan beserta motor yang dibuat sarana mengantar korban ke Sidoarjo. Pakaian korban dan lainnya yang dipakai saat di ajak ke kost pelaku disita sebagai barang bukti," tandas Sudarso.

Di depan penyidik, tersangka Misnanto alias Cak To mengakui perbuatan yang dilakukan. Dirinya nekat melakukan tindakan pelecehan seksual karena tidak tahan melihat kecantikan wajah dan body tubuh korban.

"Saya tak kuat menahan nafsu melihat kecantikan dan tubuh Bunga," aku pria yang terancam pasal 81 dan 82 UU RI No.23 Tahun 2002 yang telah diubah dengan UU RI No.35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak itu. [isa/but]

Tag : asusila

Berita Terkait

Komentar

Kanal Hukum & Kriminal