Pemilik Sabu 17 Kg Lolos Jeratan Hukuman Seumur Hidup

Kamis, 07 Desember 2017 18:14:20
Reporter : Nyuciek Asih
Pemilik Sabu 17 Kg Lolos Jeratan Hukuman Seumur Hidup

Surabaya (beritajatim.com) - Jayus Yudas Pratama, terdakwa kelahiran 23 tahun silam ini lolos dari hukuman seumur hidup sebagaimana tuntutan Jaksa Karmawan. Majelis hakim yang diketuai R Anton Widyopriyono mengkorting hukuman menjadi 17 tahun penjara, Kamis (7/12/2017).

“Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah sesuai pasal pasal 114 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” ujar hakim membacakan amar putusannya.

Dalam pertimbangan yang memberatkan, majelis hakim menilai perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan penyalahgunawan dan peredaran narkoba.

Sedangkan sikap sopan terdakwa selama menjalani persidangan, serta status terdakwa yang tidak pernah dihukum sebelumnya, dijadikan hakim sebagai pertimbangan yang meringankan dalam menjatuhkan putusan.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gusti Karmawan dari Kejari Surabaya. Pada agenda sidang sebelumnya, jaksa menuntut terdakwa dnegan hukuman penjara seumur hidup.

Atas vonis ini, baik pihak jaksa maupun terdakwa masih pikir-pikir guna menempuh upaya hukum banding. “Kita beri waktu 7 hari untuk menentukan sikap banding atau menerima putusan,” tambah hakim.

Rudy Wedhasmara, penasehat hukum terdakwa saat dikonfirmasi usai sidang mengatakan bahwa tuntutan serta vonis yang dijatuhkan terhadap terdakwa sangat berat.

“Terdakwa bukanlah pengedar dan pengendali bisnis peredaran narkoba, jadi tuntutan maupun vonis ini sangatlah berat. Kita akan berkordinasi dengan terdakwa, mau banding atau tidak,” terangnya.
 
Untuk diketahui, terdakwa terseret perkara ini berawal dari penangkapan Dharma pada 30 Maret 2017 lalu. Dharma ditangkap oleh petugas saat sedang dalam perjalanan mengantar sabu-sabu di Jalan Raya Rungkut Asri. Dari tangannya, polisi menemukan sepoket sabu seberat 8,82 gram.

Setelah diinterogasi, Dharma mengaku baru saja bertransaksi 200 gram SS dan 1.500 butir ekstasi kepada seorang pemesan dengan sistem ranjau. Selama ini dia mengatakan selalu mengajak istri dan anaknya agar tidak dicurigai polisi. Pria 25 tahun itu menyatakan diperintah seseorang bernisial JM melalui pesan BBM. Namun, petugas mendapatkan informasi bahwa barang tersebut dipasok Jayus Yudas.

Sekitar 14 jam setelah penangkapan Dharma, polisi membekuk Jayus di kamar 511 Hotel Efora. Saat itu dia bersama dengan istri dan dua anaknya. Jayus, tampaknya, sadar bahwa dirinya sudah diintai polisi sehingga tidak pulang ke rumah kontrakan di Perum Purimas Cluster Legian Paradise H/6 No 2.

Barang bukti yang disita tidak sedikit. Yakni, 17,2 kilogram sabu, 1.220 butir pil happy five, dan 11.730 butir pil ekstasi. [uci/kun]

Tag : narkoba, sabu

Berita Terkait

Kanal Hukum & Kriminal