Hapus Aset, Kepala DPRKPP Kabupaten Mojokerto Diancam 20 Tahun

Rabu, 06 Desember 2017 20:43:48
Reporter : Misti P.
Hapus Aset, Kepala DPRKPP Kabupaten Mojokerto Diancam 20 Tahun

Mojokerto (beritajatim.com) - Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Perhubungan (DPRKPP), Kabupaten Mojokerto, Ahmad Rifa'i ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto diancam 20 tahun penjara.

Kasi Intel Kejari Kabupaten Mojokerto, DLM Oktario menjelaskan, bersangkutan diduga melakukan tindak pidana pemusnahan aset DPRKPP dengan nilai sekitar Rp641 juta. "Tentunya merugikan keuangan negara dalam hal ini Kabupaten Mojokerto," ungkapnya, Rabu (6/12/2017).

Yang bersangkutan dijerat Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi Nomor 31 Tahun 1999 dengan ancaman minimal 4 tahun, maksimal 20 tahun penjara. Menurutnya, dalam kasus tersebut masih satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Tersangka yang bertanggungjawab adalah yang bersangkutan sehingga kita proses lebih dulu. Penyidik mempunyai alasan untuk menahan tersangka, sesuai pasal yang disanggahkan di atas 5 tahun dan berkaitan dengan bukti yang harus diamankan. Dikhawatirkan menghilangkan barang bukti," katanya.
Masih kata Kasi Intel, peran tersangka dalam kasus tersebut yakni yang memerintahan penghapusan aset DPRKPP Sub Terminal di Desa Pohjejer, Kabupaten Mojokerto tahun 2015. Tersangka ditahan setelah diperiksa mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB.

"Penyidik berpendapat harus ditindaklanjut dengan upaya paksa yakni penahanan. Aset Sub Terminal tersebut dialih fungsikan dan dikelola desa, kasus ini fokus di pemusnahan aset karena aset negara (Kabupaten Mojokerto, red). Apakah ada tersangka lain? Masih proses penyelidikan," ujarnya.

Namun, tegas Kasi Intel, tersangka yang bertanggungjawab dalam kasus tersebut. Pengalihfungsian ada perintah tersangka untuk memusnahkan atau menghapus aset dan bersangkutan melakujan koordinasi atau kesepatan dengan pihak desa.

"Dan pihak desa memfungsikan aset tersebut karena berada di TKD. Kesepakatan dengan pihak desa sudah ada dan ada yang sudah tersalur sebagian, yang pasti penangganan yang berangkutan karena memusnahkan. Tersangka memang mengembalikan uang, nilai Rp25 juta di penyidik," jelasnya. [tin/but]

Tag : korupsi mojokerto

Berita Terkait

Kanal Hukum & Kriminal