Temukan Novum Baru, Sony Sandra Ajukan Peninjauan Kembali

Kamis, 19 Oktober 2017 16:20:25
Reporter : Nanang Masyhari
Temukan Novum Baru, Sony Sandra Ajukan Peninjauan Kembali

Kediri (beritajatim.com) - Terpidana kasus pencabulan terhadap sejumlah anak di Kediri Sony Sandra yang telah divonis 13 tahun hukuman penjara, mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA) melalui Pengadilan Negeri setempat.

Pengusaha aspal ternama di Kediri tersebut telah divonis hukuman selama 13 tahun penjara oleh MA dan putusan itu telah memiliki kekuatan hukum tetap atau incrah .

Kuasa Hukum Pemohon Eko Budiono mengatakan, memiliki novum atau bukti baru dalam kasus pencabulan Sony Sandra, sehingga pihaknya mengajukan peninjauan kembali.

"Ada unsur kekhilafan hakim dalam menjatuhkan vonis terhadap klien kami," kata Eko Budiono, usai sidang, Kamis (18/10/2017).

Sidang pembacaan materi PK dipimpin ketua majelis hakim Imam Khanafi Ridwan. Sidang berlangsung secara tertutup untuk umum.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sigit Artanto yang ikut dalam sidang mengatakan, materi novum yang diajukan berupa surat pernyataan salah satu korban yang telah mencabut keterangannya dihadapan Notaris.

"Kami akan mengajukan materi kontra PK untuk menjawab novum yang diajukan terpidana. Kami memohon kepada Mahkamah Agung untuk tidak mengabulkan pengajuan terpidana dengan alasan bahwa materi tersebut bukan novum baru," jelas Sigit.

Untuk diketahui, berdasarkan prosedur PK, materi yang diajukan oleh terpidana ke Pengadilan Negeri Kota Kediri akan diteruskan ke Mahkamah Agung untuk diputuskan. Sementara sidang lanjutkan pk rencananya akan digelar kamis mendatang. (nng/ted)

Tag : asusila, kediri

Berita Terkait

Komentar

Kanal Hukum & Kriminal