Gelapkan Galvalum Senilai Rp500 juta, Warga Pontianak Diringkus Polisi

Selasa, 12 September 2017 18:18:35
Reporter : Misti P.
Gelapkan Galvalum Senilai Rp500 juta, Warga Pontianak Diringkus Polisi

Mojokerto (beritajatim.com) - Diduga telah melakukan pengelapan barang milik perusahaan senilai Rp500 juta, Kepala Cabang PT Kepuh Kencana Arum Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) diringkus Satreskrim Polres Mojokerto. Tetapi Lim Teak Sia warga Kelurahan Siantan Tengah, Pontianak Utara, ini justru mengaku ditipu pembeli.

Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, dari hasil audit PT Kepuh Kencana Arum di Desa Balongmojo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto menunjukkan adanya penjualan fiktif di kantor cabang Pontianak senilai Rp500 juta. "Pabrik ini memproduksi galvalum," ungkapnya, Selasa (12/9/2017).

Masih kata Kapolres, pihak pabrik melakukan audit internal sejak awal Januari sampai Agustus 2017. Dari hasil audit, lanjut Kapolres, ditemukan transaksi fiktif dari delapan customer sekitar Rp500 juta dan pihak pabrik langsung melakukan penyelidikan. Diduga kerugian pabrik galvalum itu diduga akibat ulah pelaku.

"Ada 8 kali pemesanan galvalum fiktif dari PT Kepuh Kencana Arum di Balongmojo dengan tujuan pengiriman Kota Pontianak. Namun setelah barang dikirim, barang justru dijual kembali oleh pelaku dan uang hasil penjualan galvalum tersebut tidak disetorkan ke perusahaan tapi digunakan untuk kepentingan pribadi," katanya.

Kapolres menambahkan, pihak masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut. Sementara akibat perbuatan pelaku tersebut, pelaku dijerat dengan Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam pekerjaan dengan ancaman lima tahun penjara.

Sementara itu, pelaku justru mengaku ditipu oleh delapan orang pembeli di Kota Pontianak. "Saya justru ditipu, uang hasil penjualan juga tidak saya gunakan untuk kepentingan pribadi. Saya tidak lapor polisi karena saya kekurangan data pembeli tapi saya siap dihukum karena ini," tegasnya. [tin/but]

Tag : penggelapan

Berita Terkait

Kanal Hukum & Kriminal