Lapas Kediri Gempar! Bungkusan Narkoba Dikira Bom

Senin, 11 September 2017 22:17:05
Reporter : Nanang Masyhari
Lapas Kediri Gempar! Bungkusan Narkoba Dikira Bom

Kediri (beritajatim.com) – Petugas Lembaga Permasyarakat ( Lapas) Kelas II A Kediri menemukan bungkusan berisi narkoba jenis double L sejumlah 4.890 butir di gang Branggang, jalan menuju pos Lapas. Barang yang diduga akan dilempar ke dalam rumah tahanan tersebut kini langsung diamankan Satuan Resnarkoba Polresta Kediri untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Awalnya, petugas Lapas tengah patroli melihat ada benda mencurigakan. Petugas kemudian langsung menghubungi SPKT Polresta Kediri, pada hari Minggu (10/9/ 2017) sekitar pukul 21.30 WIB.

Khawatir bingkisan terhadap adalah benda berbahaya atau semacam bahan peledak, polisi kemudian menghubungi Jihandak Brimob Kediri. Oleh tim jihandak barang temuan tersebut  diamankan di mako Brimob dan dilakukan pemeriksaan.

"Tim Jihandak Brimob melakukan pemeriksaan. Ternyata benda tersebut bukanlah bahan peledak. Tetapi bingkisan itu berisi narkoba," kata Kasat Reskoba Polresta Kediri AKP Siswandi, Senin (11/9/2017).

Dijelaskan mantan Kasat Reskrim Polresta Kediri, bungkusan tersebut sempat dicurigai bom karena berbentuk kotak dilapisi lakban warna coklat. Diperkirakan barang tersebut dilempar dari luar pagar. Selanjutnya oleh petugas Lapas barang temuan tersebut dilakukan pemeriksaan dan setelah dibuka terlihat kabel serta baterey HP dan narkoba.

"Setelah dilakukan penghitungan isi narkoba di dalam bungkusan itu jumlahnya 83 bungkus kecil, setiap bungkus berisi 60 butir, sehingga total keseluruhan adalah 4.980 butir. Satu buah carger HP merk polytron warna hitam satu kabel USB warna putih dan satu buah bateray HP merk Huwawei," jelas Siswandi.

Selanjutnya, pada pukul 02.00 WIB piket SPKT menghubungi piket Fungsi Satresnarkoba,  personil piket mendatangi mako Brimob dan melakukan kordinasi serta mengamankan barang bukti dan melakukan upaya lidik dan temukan pelakunya. [nng/suf]

Tag : narkoba, kediri

Berita Terkait

Kanal Hukum & Kriminal