Pengeroyokan Pemuda Kutorejo Diduga Soal 'Bleyer-bleyer'

Jum'at, 04 Agustus 2017 09:09:29
Reporter : Misti P.
Pengeroyokan Pemuda Kutorejo Diduga Soal 'Bleyer-bleyer'
foto/ilustrasi

Mojokerto (beritajatim.com) - Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait pengeroyokan yang dilakukan sembilan pelaku terhadap Rizki Umar Ubaidilah (23), pemuda asal Desa Karangdieng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Dugaan sementara motif pelaku mengeroyokan karena korban 'bleyer-bleyer' atau menggeber motor.

Kasubbag Humas Polres Mojokerto, AKP Sutarto mengatakan, dari keterangan yang diberikan sejumlah pelaku, pengeroyokan tersebut karena diduga korban membleyer motor saat melewati para pelaku. "Motifnya, dikira korban mbleyer2-mbleyer dan dikejar para pelaku dan dikeroyok," ungkapnya, Jumat (4/8/2017).

Pengeroyoan terhadap korban yang berstastus mahasiswa tersebut terjadi pada Minggu (25/7/2017) sekira pukul 00.00 WIB. Korban bersama dua orang temannya tiba-tiba dikeroyok sembilan pelaku di jalan Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.

"Korban bersama temannya hendak pulang usai dari Kota Mojokerto, namun motor korban kehabisan bensin sehingga harus didorong. Korban membeli bensin eceran di depan galangan kayu, pada waktu korban akan membeli bensin tiba-tiba korban didatangi oleh para pelaku," katanya.

Korban yang masih di atas sepeda motor miliknya, lanjut Kasubbag Humas, langsung dipukuli secara bersama-sama. Korban yang terjatuh dari motor kemudian kepalanya terus dipukul dengan batu bata oleh salah satu pelaku. Akibatnya, Rizki mengalami luka di bagian kepala. 

"Petugas masih melakukan penyelidikan terkait pengeroyokan tersebut. Sebanyak tujuh pelaku telah diamankan di Mapolsek Dlanggu, sedangkan dua pelaku masih buron masih dalam pengejaran petugas," jelasnya. [tin/suf]

Tag : penganiayaan, mojokerto

Berita Terkait

Kanal Hukum & Kriminal