Satpolair Banyuwangi Tangkap 7 Tersangka Pencuri 45 Ribu Bayi Lobster

Rabu, 07 Juni 2017 13:03:40
Reporter : Rindi Suwito
Satpolair Banyuwangi Tangkap 7 Tersangka Pencuri 45 Ribu Bayi Lobster

Banyuwangi (beritajatim.com) - Perburuan lobster dan bayi lobster atau benur di Banyuwangi kian marak. Hal ini ditunjukkan dengan hasil penangkapan yang dilakukan oleh Satuan Polisi Perairan Banyuwangi.

Dalam kurun waktu dua hari, Satpolair Banyuwangi berhasil mengamankan 7 tersangka pemburu benur di laut. 

Mereka adalah Sugihari (40), warga Dusun Pancer, Desa Sumberagung, dan  Didik Hermanto (37), warga Dusun Ringin Mulyo, Desa/Kecamatan Pesanggaran. Keduanya ditangkap pada Selasa (6/6/2017) sekitar pukul 17.45  WIB.

Usai menangkap keduanya, pengembangan kasus dilanjutkan oleh petugas Satpolairud Polres Banyuwangi.

Hasilnya, lima pelaku lain berhasil ditangkap di wilayah Jember, Rabu (7/6/2017) dini hari. Di antaranya, Imron, Zaenal, Yogi, Wafi dan Lutfi. Dua nama terakhir merupakan warga asal Jember.

Dari tersangka Didik dan Sugihari polisi mengamankan 25 ribu bayi lobster yang disimpan dalam mobil Inova DK 1357 OI.

Sementara dari lima pelaku lain, Polisi setidaknya mendapati 20.635 benur. “Ada dua jenis benur yang disita. Sebanyak 45.435 ekor jenis lobster pasir dan 200 ekor lainnya jenis mutiara,” jelasnya kepada para awak media di Markas Satpolairud Ketapang, Rabu (7/6/2017).

Menurut Subandi, dari tujuh tersangka yang berhasil diamankan mereka memiliki peran masing-masing. Dua orang di antaranya diduga sebagai distributor. Sementara yang lain menjadi pembeli dan karyawan pengemasan. Kini mereka telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif kepolisian.

"Informasinya benur itu akan diekspor ke Singapura. Total nilainya mencapai sekitar Rp 400 juta," jelasnya.

Selain mengamankan puluhan ribu benur lobster, petugas juga menyita sejumlah barang bukti lain. Di antaranya, 4 mobil yang terdiri dari 2 unit Toyota Inova, 1 Susuki Ertiga dan Daihatsu Grand Max.

“Ada 10 unit HP, 5 air rator, 2 tabung oksigen, 5 ATM, 1 buku tabungan, 10 kotak stereofoam dan barang lainnya. Semua bukti kita amankan di markas,” ungkapnya.

Para tersangka tersebut dijerat dengan pasal 88 atau pasal 92 UU 45/2009 tentang Perikanan. Sedangkan seluruh barang bukti berupa benur selanjutnya dilepas liarkan di selat Bali.

Pelepasan benur disaksikan petugas Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Banyuwangi serta Satuan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan.(rin/ted)

Tag : lobster, banyuwangi

Berita Terkait

Komentar

Kanal Hukum & Kriminal