Ngaku Wartawan BIN, Bawa Keris, Peras Kepala Dusun

Jum'at, 19 Mei 2017 18:03:09
Reporter : Oryza A. Wirawan
Ngaku Wartawan BIN, Bawa Keris, Peras Kepala Dusun

Jember (beritajatim.com) - AW (35) pria warga Dusun Tegal Gebang, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember ditangkap polisi setelah memeras Kepala Dusun Sulakdoro, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Suwarno (37). Dia mengaku wartawan Bhayangkara Investigasi Nasional (BIN).

Polisi menyita tas hitam berisi yang Rp 1 juta, satu unit ponsel Samsung, sebuah borgol, kartu pengenal Investigasi Nasional, Bhayangkara Indonesia News Divisi Hukum, surat tugas Bhayangkara Indonesia News, sebuah kamera Canon, dan sebuah keris kecil.

"Awalnya, 16 Mei 2017, pukul sebelas siang, korban ini didatangi pelaku di Balai Desa Lojejer. Pelaku ini mengaku punya foto dan video korban dengan wanita yang bukan istri korban bernama Sugiati. Korban tidak menghiraukannya dan meninggalkan pelaku," kata Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Kusworo Wibowo, Jumat (19/5/2017).

Sore harinya, pukul lima, Suwarno didatangi dua orang yang mengaku bernama Basori dan Barok dari Kecamatan Balung. Mereka mengulangi pernyataan AW soal foto dan video perselingkuhan. Suwarno menegaskan, tak punya hubungan apa-apa dengan perempuan tersebut.

Kamis (18/5/2017), AW menelepon Suwarno dan mengajak bertemu. Dia mengatakan, bahwa temannya sudah berada di Markas Kepolisian Resor Jember untuk melaporkan perselingkuhan tersebut. Laporan bisa dibatalkan, jika Suwarno membayar Rp 5 juta.

AW meminta mereka bertemu di sisi utara simpang empat jembatan Desa Lojejer, Kamis sore. Suwarno mengatakan, hanya punya uang Rp 1 juta. AW tidak tahu jika Suwarno sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menjebaknya. Tak butuh waktu lama, AW pun masuk perangkap. "Kami masih menginterogasi pelaku. Dua teman pelaku masih kami kejar," kata Kusworo. [wir/ted]

Tag : pemerasan, jember

Berita Terkait

Kanal Hukum & Kriminal