Mantan Notaris Korban Lumpur Asal Renokenongo Ditahan

Kamis, 23 Februari 2017 16:55:10
Reporter : M. Ismail
Mantan Notaris Korban Lumpur Asal Renokenongo Ditahan

Sidoarjo (beritajatim.com) - Kejari Sidoarjo menjebloskan Rosyidah mantan Notaris penjualan tanah kas desa di kawasan dusun Renojoyo Desa Kedungsolo Kecamatan Porong ke Lapas Medaeng, Kamis (23/2/2017).

Rosyidah ditahan usai menjalani pemeriksaan selama lima jam di kantor Kejaksaan Negeri Sidoarjo, sebagai tersangka. Rosyidah ditahan setelah adanya keterlibatan dalam penjualan TKD di Kedungsolo.

"Yang bersangkutan (Rosyidah red,) hari ini kami tahan karena ada keterlibatan dalam proses penjualan TKD di Dusun Renojoyo, tempat relokasi warga korban lumpur Renokenongo Porong," kata Kasie Intel Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Andri Tri Wibowo.

Dia menjelaskan, Rosyidah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penjualan tanah kas desa di kawasan dusun Renojoyo Desa Kedungsolo Kamis (16/2/2017).

Notaris Rosyidah merupakan tersangka kedua setelah Kejaksaan Negeri Sidoarjo menetapkan Ketua Panitia Pembebasan Lahan relokasi Renojoyo, Sunarto pada 15 November 2016 lalu.

Sunarto merupakan Ketua tim pembebasan lahan relokasi bagi warga korban lumpur asal Renokenongo seluas 10 hektar. Sedangkan 2,8 hektar didalamnya termasuk tanah kas desa.

"Dia mempunyai peran dalam kasus tersebut. Karena pada saat itu dia mengeluarkan Ikatan Jual Beli (IJB) dan Akta Jual Beli (AJB)," ungkapnya.

Hingga saat ini, masih kata Andri, pihak Kejari akan terus mengembangkan kasus tersebut. "Bisa dimungkinkan ada tersangka baru. Kita tinggu saja perkembangannya," tukasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi yang diubah dengan UU Nomor 20 thaun 2001 tentang Tipikor  dengan ancaman minimal 4 tahun penjara. (isa/ted)

Tag : sengketa tanah, sidoarjo

Berita Terkait

Komentar

Kanal Hukum & Kriminal