Terkait Pasar Turi

Pengusaha Henry J Gunawan Diperiksa Polda Jatim

Rabu, 01 Februari 2017 17:50:05
Reporter : Nyuciek Asih
Pengusaha Henry J Gunawan Diperiksa Polda Jatim
Henry J Gunawan pengusaha property. Foto: Ucik

Surabaya (beritajatim.com) - Kasus dugaan pungutan biaya untuk penerbitan sertifikat hak milik rumah susun yang disidik Polda Jatim kembali memeriksa pengusaha Henry J Gunawan.

Dia mendatangi Polda Jatim untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas kasus yang dilaporkan pedagang ini, Rabu (01/01/2017).

Usai diperiksa, kepada wartawan Henry mengatakan bahwa masalah Pasar Turi adalah urusan instansi Pemkot Surabaya dan PT Gala Bumi Perkasa sebagai investor.

Apalagi, menurut pengusaha yang dikenal sebagai raja ruko ini pertanyaan yang diajukan dalam pemeriksaan oleh penyidik mengulang sebelumnya.

"Saya kan sudah tidak menjabat di PT Gala Bumi Perkasa. Masalah yang ditanya juga diulang seperti dulu. Yah masalah seputar strata title kan masih debatable," kata Henry J. Gunawan.

Seharusnya, menurut Henry, proses hukum di Polda Jatim harus dihentikan melihat kepentingan pedagang agar masalah cepat selesai.

Pihaknya mengusahakan semua pedagang bisa masuk berjualan karena bangunan Pasar Turi Baru sudah siap ditempati.

Sesuai rekomendasi Komisi III Panitia Kerja (Panja) Penegakan Hukum Pasar Turi Surabaya menyarankan penyelesaian tidak merugikan pedagang dan tidak terjadi konflik.

"Nah sebetulnya kan bagaimana kita agar semua pedagang bisa masuk. Apalagi masalah ini kan masuk perdata dan ada proses di pengadilan," kata mantan Ketua REI Jatim ini.

Sebelumnya, Henry J. Gunawan dilaporkan pedagang pasar turi ke Polda Jatim  pada 21 Januari 2015 terkait pungutan biaya untuk penerbitan sertifikat hak milik atas rumah susun (strata title).

Pihak Henry J. Gunawan sebelumnya sudah membantah bahwa yang menarik pungutan adalah oknum lainya mengatasnamakan dirinya.

"Coba ditanya pedagang, pernahkah saya menerima langsung (pungutan). Ditanya saja dulu ngasihnya kepada siapa?," tambahnya. [uci/ted]

Tag : pasar turi

Berita Terkait

Kanal Hukum & Kriminal