Pemusnahan Barang Bukti Perkara Selama Dua Tahun

Kejari Mojokerto Bakar 89 Handphone

Kamis, 08 September 2016 11:59:59
Reporter : Misti P.
Kejari Mojokerto Bakar 89 Handphone

Mojokerto (beritajatim.com) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto memusnahkan barang bukti dari sejumlah perkara sejak tahun 2014 lalu. Pemusnahan barang bukti dari pelanggaran UU Narkotika dan UU Kesehatan tersebut dilakukan di halaman Kejari Mojokerto dan dihadiri forpimda, Kamis (8/9/2016).

Barang bukti berupa obat terlarang, kosmetik, uang palsu serta minuman keras (miras) tersebut dimusnakan dengan cara dibakar dan digilas. Yakni 89 buah handphone, pil double L 50.625 butir, kosmetik 43 dos, inex 64 butir, sabu 23, 502 gram, ganja 79,76 gram, uang palsu sembilan lembar dan miras 53 botol.

Kepala Kejari Mojokerto, Ery Harahap mengatakan, pemusnahan barang bukti tersebut perkara dari tahun 2014 sampai 2016. "Barang bukti ini, dikumpulkan selama dua tahun yang merupakan pelanggaran dari UU Kesehatan dan UU Narkotika. Yang diawali dari penyelidikan BNN maupun kepolisian dan diselesaikan di Kejaksaan," ungkapnya.

Masih kata Ery, sehingga status barang bukti tersebut merupakan barang bukti setelah diputus hakim bahwa harus dimusnahkan dan Kejari sebagai eksekutor sehingga dimusnakan. Ery menjelaskan, usia tersangka antara 20-40 tahun, sementara usia sekolah masih belum banyak dampaknya.

"Semua tersangka merupakan pengedar dengan latar belakang masyarakat biasa. Mojokerto banyak terdapat industri,peredaran uang juga banyak. Tujuan UU Narkotika sendiri yakni menjamin ketersediaan narkotika untuk kesehatan, mencegah, melindungi dan menyelamatkan dari narkotika dan memberantas peredaran narkotika," katanya.

Sementara, lanjut Ery, untuk pelanggaran UU Kesehatan, tersangka juga merupakan pengedar yang memiliki gudang sendiri. Namun karena di dalam UU Kesehatan, farmasi atau obat harus memenuhi syarat farmarko karena tidak memenuhi syarat tersebut sehingga melanggar UU Kesehatan atau kosmetik palsu. [tin/but]

Tag : narkoba, mojokerto

Berita Terkait

Komentar

Kanal Hukum & Kriminal