Gagal Jadi Petani Ganja, Tiga Pemuda Keburu Diciduk Polisi

Kamis, 04 Agustus 2016 12:43:31
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Gagal Jadi Petani Ganja, Tiga Pemuda Keburu Diciduk Polisi

Malang (beritajatim.com) - Menjadi Petani memang menjadi profesi yang mulia, namun beda cerita jika menjadi petani ganja. Seperti yang dialami oleh tiga pemuda jaringan pengedar ganja ini, Agung Yanuar (32), Dio Eka (25), dan Erwin yang harus berurusan dengan Polisi Resort Malang Kota karena mempunyai cita-cita bercocok tanam barang haram, ganja.

Erwin merupakan warga Jalan Kenanga, Dau, Kabupaten Malang. Dion Eka warga Jalan Raya Candi, Sukun, Kota Malang, dan Agung Yanuar warga Jalan Madyopuro, Kedungkandang, Kota Malang. Ketiga tersangka ditangkap di kawasan Sukun Kota Malang pada 21 Juli 2016 saat sedang berada di sebuah kafe.

Ketiga komplotan ini mengaku mendapat pasokan biji ganja dari Aceh. "Rencananya mau ditanam di salah satu rumah tersangka. Berdasarkan pengakuan mereka mendapat barang tersebut dari Aceh," papar Kepala Satuan Reserse Narkoba, Polres Malang Kota, Ajun Komisaris Polisi Imam Mustaji, Kamis, (2/8/2016)

Saat dilakukan penangkapan polisi mengamankan barang bukti ganja kering siap edar seberat 50,70 gram dan satu kaleng berisi biji ganja siap tanam seberat 50,80 gram. Ketiganya mengaku sudah satu tahun ini menjual ganja di wilayah Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

"Biasanya biji ganja ini ditanam disebuah pot bunga. Memang hanya seberat 50,80 gram namun jika berhasil ditanam bisa dibayangkan biji ganja ini akan menjadi ganja berapa kilogram," kata AKP Imam.

Ketiga tersangka mengaku satu kaleng biji ganja seberat 50,80 gram dibeli dengan harga Rp 650 ribu. Sedangkan satu garis ganja seberat 50,70 gram dibeli seharga Rp 650 ribu dan dijual dengan harga yang lebih tinggi, Rp 1 juta.

Akibat perbuatanya tersangka dijerat dengan pasal 111 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun kurungan penjara. (luc/ted)

Tag : narkoba malang

Berita Terkait

Kanal Hukum & Kriminal