Kejari Mojokerto Kembalikan Berkas Kasus Pemerkosaan Perempuan Keterbelakangan Mental

Senin, 06 Juni 2016 18:38:52
Reporter : Misti P.
Kejari Mojokerto Kembalikan Berkas Kasus Pemerkosaan Perempuan Keterbelakangan Mental

Mojokerto (beritajatim.com) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto mengembalikan berkas kasus pemerkosaan perempuan keterbelakangan mental asal Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto hamil dan melahirkan seorang bayi laki-laki karena dinilai kurang lengkap (P19). Namun Polres Mojokerto justru menghentikan kasus tersebut.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Mojokerto, Yan Octha Indriana menjelaskan, berkas perkara tersebut hanya kurang keterangan ahli psikologi atau surat keterangan hasil pemeriksaan kejiwaan korban sehingga dikembalikan. "Berkas kurang lengkap (P19), ada berkas yang perlu dilengkapi oleh penyidik supaya P21 untuk diteruskan ke tahap penuntutan," ungkapnya, Senin (6/6/2016).

Masih kata Octha, kekurangan dalam berkas tersebut yakni pembuktian bahwa korban dianggap tak berdaya. Karena korban sudah berusia dewasa, maka lanjut Octha, penyidik tinggal melengkapi keterangan ahli kejiwaan atau menunjukkan hasil pemeriksaan kejiwaan korban. Menurutnya, penyidik Polres Mojokerto hanya dua kali melimpahkan berkas perkara ke Kejari Mojokerto sekitar Januari 2016.

"Setelah dinyatakan P19, sampai saat ini penyidik tak pernah lagi membawa berkas perkara tersebut ke kejaksaan. Kita belum lagi menerima limpahkan berkas tersebut dari penyidik Polres Mojokerto lagi ke kami," katanya.

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum korban, Edy Yusef mengatakan, perbuatan ketiga tersangka memenuhi unsur pidana dalam Pasal 286 KUHP tentang Pemerkosaan. "Korban mengalami keterbelakangan mental sebagai pihak yang tak berdaya. Kami sudah menunjukkan hasil pemeriksaan kejiwaan korban ke penyidik," ujarnya.

Edy menjelaskan, hal tersebut dilakukan mengacu pada putusan MA Nomor 377/Pid.B/2011/PN.BB Tahun 2011 sebagai Yurisprudensi. Pasalnya, MA pernah memutus bersalah terdakwa yang memerkosa korban dengan keterbelakangan mental. Hal tersebut, lanjut Edy, seharusnya bisa menjadi acuan.

Sementara itu, Kapolres Mojokerto AKBP Boro Windu Danandito berjanji akan mempelajari kasus ini. "Saya akan pelajari kasus ini seperti apa. Kalau memang ada novum baru tidak menutup kemungkinan akan kami buka kembali penyidikan kasus tersebut," tegasnya.[tin/kun]

Tag : cabul, mojokerto

Berita Terkait

Komentar

Kanal Hukum & Kriminal