Kasus Ongen, Polisi Diminta Adil

Rabu, 02 Maret 2016 09:19:23
Reporter : -
Kasus Ongen, Polisi Diminta Adil

Jakarta (beritajatim.com) - Penyidik Bareskrim Polri diminta bersikap adil menangani kasus Yulian Paonganan alias Ongen karena perkaranya dinilai tak masuk akal dan terlalu dipaksakan prosesnya.

Aktivis sosial Anca Adhitiya mengatakan cuitan Ongen melalui akun twitter @ypaonganan dianggap tidak mengandung unsur pornografi sehingga penyidik Bareskrim Polri diminta untuk menghentikan penyidikannya.

"Kalau pakar sudah mengatakan kata lon** bukan porno, apakah polisi memandang foto Jokowi bersama Nikita itu porno? Jangan-jangan polisi anggap foto Jokowi bersama Nikita porno sehingga mereka ngotot jerat Ongen. Jika begitu, harusnya pemeran foto ditangkap," kata Anca di Jakarta, Selasa (1/3/2016).

Ia menegaskan bahwa polisi harus menunjukkan sikap profesionalisme dalam menangani suatu perkara. Untuk itu, jangan sampai ada tekanan ketika memproses kasus. Bila hal itu dibiarkan akan berdampak dengan nama baik institusi Polri.

"Disinilah polisi harus bersikap adil, ketika salah ya salah, jika benar tunjukan kebeneran. Jangan semaunya dan mudah diintervensi, kalau seperti ini kita melihatnya polisi seperti tidak pernah belajar," ujarnya.

Sementara itu, ahli bahasa atau linguistik dari Universitas Tadulako Palu, Prof Hanafie Sulaiman mempertanyakan penetapan status tersangka terhadap Yulian Paonganan alias Ongen.

Hanafie menuturkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata lon** adalah perempuan jalang dan tuna susila.

Sementara itu, pornografi adalah tingkah laku secara erotik dalam gambar atau tulisan yang cenderung membangkitkan nafsu birahi.

"Jadi lon** dengan pornografi itu tidak ada kaitannya. Kata lon** itu kalau saya sebutnya animate dan pornografi adalah niranimate. Memang kasus ini aneh ada kesan dipaksakan, dicari kesalahan dan jelas zolim," katanya. [rym]

Tag : pornografi

Berita Terkait

Kanal Hukum & Kriminal