Home   •  Peristiwa   •  Politik & Pemerintahan   •  Hukum & Kriminal   •  Ekonomi   •  Olahraga   •  Gaya Hidup   •  Pendidikan & Kesehatan   •  Teknologi   •  Indeks

TU Wanita Peng-Oral Seks Murid SD Rangkah Kabur

Kamis, 14 Nopember 2013 18:29:02
Reporter : Ragil Priyonggo

 TU Wanita Peng-Oral Seks Murid SD Rangkah Kabur

Surabaya(beritajatim.com) - Usai menontontan video porno dari ponselnya, Karyawati honorer di bagian tata usaha sebuah sekolah dasar (SD) di kawasan Rangkah nekat mencabuli dua siswanya

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya AKP Suratmi saat dikonfirmasi menjelaskan meski membenarkan kejadian ini, Suratmi enggan memberikan penjelasan secara detail. Dengan alasannya, tersangka berinisial Y belum tertangkap.

"Kami memang menangani kasus tersebut. Saksi sudah kami periksa dan untuk tersangka, masih dalam pengejaran. Hingga saat ini masih melacak keberadaan tersangka," kata Suratmi singkat usai menggelar rilis kasus trafficking di Mapolrestabes Surabaya,Kamis (14/11/2013).

Seperti diberitakan sebelumnya terjadi tindak pindana asusila yang dilakukan tersangka Y terhadap dua siswa kelas V SD, yaitu Bima (11) dan Sena (11) (keduanya nama samaran), duduk di kelas 5 SD kawasan Rangkah.

Sedangkan aksi oral itu dilakukan sebanyak tiga kali oleh tersangka berusia 35 tahun dilakukan di ruang sekolah, saat kondisi sekolah sudah sepi.  Melihat pada waktu kasus ini dilaporkan ke pihak kepolisian tersangka Y langsung kabur dan tidak pernah masuk sekolah.

Terungkapnya kasus pencabulan atau oral tersebut, saat Bima menceritakan ke pihak sekolah kalau dirinya telah diperlakukan tidak senonoh oleh TU berinisial Y.  Ketika ditelusuri bahwa pencabulan itu tidak hanya menimpa Bima saja, melainkan Sena yang  mengaku pernah dioral oleh Y. Sumber diinternal penyidik Polrestabes Surabaya menyebut, korban menceritakan kepada pihak sekolah kalau sebelum dioral, korban dipanggil oleh tersangka dan diajak ke salah satu ruang sekolah saat jam pelajaran berakhir.

Di dalam ruangan yang sudah sepi itu, korban diperlihatkan film porno yang ada di HP tersangka. Setelah itu, tersangka menjalankan aksinya, mengoral korban. Puas beraksi, tersangka menyuruh korban pulang dan mengancam untuk tidak menceritakannya ke orang lain.

"Melihat aksi nekat tersangka Y, bisa disimpulkan masih ada korban lainnya. Sebab, aksi oral tersebut tidak dilakukan secara bersamaan, melainkan satu persatu. "Tidak menutup kemungkinan ada korban lain," tandas si penyidik.[gil/ted]

Home   •  Peristiwa   •  Politik & Pemerintahan   •  Hukum & Kriminal   •  Ekonomi   •  Olahraga   •  Gaya Hidup   •  Pendidikan & Kesehatan   •  Teknologi   •  Indeks
Tentang Kami   •   Kontak Kami   •  Disclaimer   •   Pedoman Media Siber