USAID APIK Tingkatkan Pariwisata Berbasis Konservasi di Pacet Mojokerto

Kamis, 06 Desember 2018 15:57:09
Reporter : Misti P.
USAID APIK Tingkatkan Pariwisata Berbasis Konservasi di Pacet Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) - United States Agency for International Development Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (USAID APIK) dan Yayasan Sahabat Multi Bintang (YSMB) menandatangani perjanjian kerja sama untuk meningkatkan pariwisata berbasis konservasi dan pengurangan risiko bencana di Desa Claket, Padusan dan Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Bertempat di Balai Adat Sendi, Desa Pacet, penandatanganan kerja sama turut disaksikan oleh perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kamis (6/12/2018).

Direktur Eksekutif Yayasan Sahabat Multi Bintang, Hning Wicaksono mengatakan, YSMB menyambut baik kerja sama ini karena beberapa desa di Pacet rawan bencana dan akibat dari pengembangan pariwisata yang tidak terkendali akan dapat memicu alih fungsi lahan dan dampak yang membahayakan lingkungan.

"Sehingga upaya kolektif untuk mencegah penurunan kualitas lingkungan dan meminimalkan potensi bencana amatlah penting. Hal ini pun selaras dengan visi dan misi YSMB dalam hal pembinaan lingkungan," ungkapnya.

Kolaborasi USAID APIK dan YSMB akan diimplementasikan dalam bentuk penyusunan kajian kerentanan, risiko dan dampak perubahan iklim untuk bentang lahan ketiga desa bersama masyarakat. Dalam kajian ini masyarakat memetakan kondisi wilayah, hal-hal yang mengancam dan menentukan aksi untuk mengatasinya.

Aksi adaptasi yang dijalankan akan berdasarkan hasil kajian wilayah dan kesepakatan masyarakat. Beberapa contoh ide aksi adaptasi yang berpotensi untuk direalisasikan antara lain adalah penanaman bambu di wilayah rawan longsor, pembuatan instalasi pembuangan air limbah cair usaha terkait pariwisata misalnya warung dan restoran, pembuatan green house, bank sampah dan penyebarluasan informasi cuaca dan iklim.

Kepala Desa Padusan, Iryani Muarifah mendukung positif kemitraan tersebut. "Di Desa Padusan, pariwisata menjadi andalan utama sehingga kerja sama antar APIK dan YSMB kami harap dapat memajukan potensi yang sekaligus meningkatkan perekonomian daerah," tuturnya.

Sementara itu, Manajer Regional Jawa Timur Program USAID APIK, Ardanti Sutarto mengatakan, aktivitas pariwisata di ketiga desa ini sudah berjalan dan diprediksi di tahun mendatang akan semakin berkembang pesat.
"Sehingga pengelolaannya sebisa mungkin harus dilakukan secara berkelanjutan," tuturnya.

Untuk menjamin keberlanjutan, lanjut Aryanti, pihaknya juga akan mendukung advokasi pengembangan Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana (API-PRB) dan pengembangan desa berbasis konservasi ini ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).

Sekedar diketahui, Kecamatan Pacet yang berada di kaki Gunung Welirang dan Penanggungan merupakan kawasan strategis. Karena merupakan wilayah pertanian yang subur, daerah tangkapan air dan juga tujuan wisata yang populer di Jawa Timur dengan adanya pemandian air panas, kolam renang, dan arung jeram di daerah tersebut.

Namun di balik potensi tersebut, Kecamatan Pacet tergolong rawan bencana hidrometeorologi (terkait cuaca) seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Hal ini terjadi tahun 2002 saat terjadi longsor di pemandian air panas Pacet yang mengakibatkan korban jiwa. Banjir dan longsor diduga terjadi akibat mulai gundulnya kawasan hutan dan kurangnya vegetasi yang dapat menahan tanah dan laju erosi.[tin/ted]

Tag : wisata mojokerto

Berita Terkait

Komentar

Kanal Gaya Hidup