Jasa Tirta: Tak Ada Pencurian Air, Debit Telaga Ngebel Memang Turun

Rabu, 10 Oktober 2018 21:08:48
Reporter : D. Istimora
Jasa Tirta: Tak Ada Pencurian Air, Debit Telaga Ngebel Memang Turun

 Ponorogo (beritajatim.com) – Debit air untuk irigasi di persawahan di Kecamatan Babadan yang sempat dikeluhkan petaninya memang diakui mengalami penurunan.

Perum Jasa Tirta memastikan tidak ada aksi ‘pencurian air di tengah jalan’ deban pompa disel ethek oleh petani di aliran bagian yang lebih atas ketimbang Kecamatan Babadan.

Kepala Kanwil Madiun Pengelola Air Telaga Ngebel Perum Jasa Tirta Indra Nurdianyoto mengatakan, beberapa waktu lalu memang sempat mendengar adanya keluhan petani di Kecamatan Babadan soal penurunan debit air yang drastis.

“Tapi bukan itu (pencurian air), yang terjadi saat ini adalah berkurangnya jumlah air di Telaga untuk dialirkan ke hilir sebagai irigasi. Hal ini karena memang kita sedang memasuki puncak kemarau,” jelas Indra, Rabu (10/10/2018).

Banyak sumber air yang menuju ke Telaga Ngebel mengalami penyusutan. Suplai ke telaga turun drastis. Namun pihak Jasa Tirta tidak mengurangi jatah air ke seluruh irigasi yang ada. Justru jatah yang diberikan sudah bertambah dibanding tahun lalu.

“Tapi memang jumlah airnya berkurang sehingga sampai ke petani juga berkurang,” ujarnya.

Jumlah air yang bisa ditampung juga mengalami penurunan. Hal ini terpengaruh oleh pendangkalan akibat sedimentasi. “Wadahnya tambah kecil jadi ya stoknya berkurang. Yang disalurkan juga berkurang,” terangnya.

Untuk mengatasi hal ini, Perum Jasa Tirta sedang melakukan pengerukan. Sebuah eskavator dan empat buah truk dikerahkan untuk mengurangi material sedimentasi yang ada. Oktober dipilih sebagi waktu pengerukan karena tinggi permukaan air sedan pada posisi terendah.

“Pertengahan November ada prakiraan dari BMKG bahwa hujan akan turun. Maka setelah itu debit akan normal,” ungkapnya. [dil/ted]

Tag : wisata ponorogo

Berita Terkait

Komentar

Kanal Gaya Hidup