Telaga Wisata Ngebel Kian Dangkal

Selasa, 09 Oktober 2018 19:26:58
Reporter : D. Istimora
Telaga Wisata Ngebel Kian Dangkal

Ponorogo (beritajatim.com) – Pengikisan tanah di bagian hulu sungai yang mengalir ke Telaga Wisata Ngebel, Ponorogo, Jawa Timur, ditengarai menjadi penyebab mendangkalnya telaga kebanggan warga Ponorogo. Minimnya reboisasi dan alih guna lahan membuat pendangkalan semakin cepat terjadi.

Kepala Kanwil Madiun Pengelola Air Telaga Ngebel Perum Jasa Tirta Indra Nurdianyoto, Selasa (9/10/2018) mengatakan, pendangkalan yang terjadi di Telaga Ngebel sebenarnya adalah hal yang alami terjadi. Semua waduk, bendungan dan telaga mengalami hal ini karena menerima air dari hulu. Bila musim hujan, air dari hulu seperti gunung-gunung dan bukit akan membawa material tanah dan pasir yang masuk ke telaga, waduk dan bendungan sehingga membentuk sedimentasi dan terjadi pendangkalan.

“Akibatnya, kapasitas tampungan menjadi berkurang,”ungkap Indra saat ditemui di tepi Telaga Ngebel.

Meski alami, sebetulnya proses erosi di bagian hulu bisa diminimalkan dengan adanya tanaman-tanaman yang bisa mengikat air hujan. Sayangnya, saat ini penghijauan atau reboisasi di bagian hulu jarang dilakukan dengan baik. Banyak lahan yang beralih guna menjadi tegalan.

Alih guna lahan menjadi permukiman tanpa diikuti penanaman pohon juga banyak terjadi. Dengan begitu, saat hujan maka air langsung meluncur ke bawah atau hilir.

“Maka sering kita lihat kalau musim hujan air yang ada di sungai dan telaga ini jadi coklat kan. Itu karena bercampur dengan material tanah dan lumpur serta pasir,” ungkapnya.

Di Telaga Ngebel, penumpukan material tanah atau sedimentasi terlihat di sisi selatan, dekat pasar Ngebel. Bahkan, di salah satu sisinya sempat terbentuk semacam pulau karena sedimen terkonsentrasi di titik itu. Luasnya sekitar 40 meter persegi. Kondisi ini tergolong parah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Hanya saja, Indra belum bisa membandingkan tingkat sedimentasi yang terjadi di Telaga Ngebel pada beberapa tahun terakhir karena pihaknya belum melakukan pengukuran atau pencatatan secara rinci.

“Karena itu kemudian kami melakukan pengerukan. Ini agenda tahunan. Targetnya sekitar 4 ribu kubik tanah akan kami angkat dalam satu bulan ini,” ucapnya. [dil/but]

Tag : wisata ponorogo

Berita Terkait

Komentar

Kanal Gaya Hidup