Begini Penghobi Mobil Remote Control saat Kumpul di Gresik

Minggu, 07 Oktober 2018 16:32:14
Reporter : Deni Ali Setiono
Begini Penghobi Mobil Remote Control saat Kumpul di Gresik

Gresik (beritajatim.com) - Ada pemandangan yang berbeda di sebelah rumah makan khas tradisional Gresik. Tepatnya, di Jalan Veteran. Puluhan orang sambil membawa tas berukuran besar, lengkap dengan peralatan seperti obeng, remote control, gas methanol serta peralatan pendukung lainnya layaknya seperti kejuaraan balap mobil, berkumpul di satu tenda.

Raungan gas mobil remote control dengan mengeluarkan sedikit asap dicek satu-per satu oleh peserta. Jika ada sesuatu yang mengganjal, peserta langsung mengecek lagi kondisi mobil remote control sebelum mengikuti balapan.

Dari puluhan peserta, penghobi mobil remote control memang sebagian besar dari kalangan berduit. Sebab, satu unit mobil yang dijual harganya bisa mencapai Rp 20 juta ke atas. Tidak heran yang datang mengikuti 'Fun Race' tidak hanya berasal dari Surabaya maupun Gresik.

Sejumlah peserta dari luar Jawa Timur seperti Jakarta, dan Medan, juga datang hanya demi mengasah kemampuan mobil remote controlnya di arena balapan.

Setelah melalui pengecekan yang dilakukan oleh setiap peserta. Selanjutnya, panitia memberi kesempatan kepada setiap peserta untuk melakukan 'test race' selama 5 menit.

Usai melakukan test yang diberikan panitia. Peserta selanjutnya diwajibkan menaruh mobil remote controlnya di tempat start. Dalam hitungan detik, mobil remote control yang dikendalikan peserta melalui remote-nya diatas panggung langsung melaju dengan kecepatan tinggi.

Beberapa rintangan layaknya arena balap mobil harus dilalui. Rintangan seperti tikungan tajam, jumping race serta gundukan bukit harus dilewati. Kejar-mengejar mobil remote control menjadi hiburan tersendiri di tengah mengisi waktu libur.

Salah satu peserta Herman (35) asal Jakarta yang sudah puluhan tahun menggandrungi hobi ini menuturkan, nilai keasyikannya dari balap mobil remote control pada andrenalin. Semakin kejar-mengejar dalam satu race semakin tinggi andrenalin-nya.

"Hobi ini tidak membahayakan jiwa. Kalau dibalap mobil sungguhan nyawa bisa menjadi taruhannya," ujarnya kepada beritajatim.com, Minggu (7/10/2018).

Selain lebih banyak ke hobi kata Herman, hobi ini juga untuk menambah pengetahuan dan silaturrahmi. Pasalnya, mobil remote control miliknya dirakit sendiri. Hal ini karena saat membeli kondisinya knock down.

"Rata-rata peralatannya di dalam mobil remote control dibeli dari luar Indonesia. Tidak heran, jika dalam komunitas ada informasi terbaru, dan otomatis menyambung persaudaraan karena saling tukar-menukar informasi," ujar Herman.

Sementara, Didit (30) selaku panitia fun race yang juga tergabung di wadah Indonesia Racer Community (IRCC) menyatakan selain hobi tujuan utama hobi ini adalah silaturrahmi agar ada pengetahuan baru.

"Pesertanya tidak hanya didominasi diatas umur 25 tahun saja. Ada juga peserta termuda asal Gresik masih duduk di kelas XI SMA," paparnya.

Didit mengatakan, melalui komunitas ini diharapkan bisa masuk ke dalam PON. Sebab, sudah ada 10 provinsi yang menangani komunitas hobi mobil remote control.

"Mudahan-mudahan di PON masuk sebagai olahraga yang dilombakan. Jadi bukan sekedar hobi saja," katanya. [dny/but]

Tag : komunitas

Berita Terkait

Komentar

Kanal Gaya Hidup