PWI Pamekasan Dorong Pemerintah Terapkan Promosi Batik Secara Digital

Selasa, 02 Oktober 2018 12:09:08
Reporter : Samsul Arifin
PWI Pamekasan Dorong Pemerintah Terapkan Promosi Batik Secara Digital

Pamekasan (beritajatim.com) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan mendorong pemerintah kabupaten (pemkab) setempat, agar mulai berbenah sekaligus melakukan inovasi dengan menerapkan promosi batik melalui jalur digital.

Hal itu disampaikan bersamaan dengan momentum Hari Batik Nasional 2018, sekaligus ditandai dengan kegiatan memborong batik tulis khas Pamekasan untuk seragam anggota dan pengurus organisasi profesi di Kota Batik, Selasa (2/10/2018).

"Kita sengaja membeli batik untuk seragam anggota dan pengurus bersamaan dengan momen Hari Batik Nasional. Hal ini sengaja kami lakukan sebagai bentuk komitmen PWI dalam mewujudkan dan melestarikan khazanah budaya dunia dari Indonesia yang telah diakui (UNESCO) PBB," kata Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz.

Pihaknya menilai saat ini kondisi batik di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam terbilang lesu dan kurang berkembang akibat minimnya perhatian dari berbagai stakeholders, padahal Pamekasan juga memiliki predikat sebagai Kota Batik berkat kegiatan 'Pamekasan Membatik' di atas kain sepanjang 1.530 meter dan diikuti 600 pembatik pada 2009 silam.

"Rasanya tidak salah jika kami ikut membantu mempromosikan batik hasil kerajinan warga Pamekasan dengan menggunakan batik sebagai seragam anggota dan pengurus PWI Pamekasan untuk tiga tahun kedepan. Sekaligus mempromosikan batik yang merupakan khazanah budaya di Pamekasan," ungkap Pewarta LKBN Antara.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mengajak agar pemerintah kabupaten (pemkab) setempat agar segera berinovasi dengan mempromosikan batik melalui jalur digital. "Tentu kami sangat mensupport jika misalnya pemkab mencanangkan pola promosi secara digital, yakni menyesuaikan dengan revolusi 4.0 dalam dunia teknologi informasi. Guna membantu perajin batik tulis Pamekasan, dalam hal promosi," imbuhnya.

"Terlebih saat ini sudah ada keinginan kuat dari pemerintah kabupaten untuk mempromosikan batik tulis khas Pamekasan, terbukti batik khas Pamekasan juga dikenakan pasangan Berbaur (Badrut Tamam dan Raja'e) saat mencalonkan diri sebagai bupati dan wakil bupati Pamekasan, beberapa waktu lalu," jelasny.

Bahkan mahasiswa pascasarjana Media dan Komunikasi Universitas Airlangga (Uniar) Surabaya, juga menilai promosi dalam sebuah komunitas juga memiliki dampak yang luas dan positif. "Membangun komitmen dalam komunitas kecil merupakan hal penting untuk menguatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor batik tulis. Terlebih jika didukung oleh langkah konkrit dari pemerintah," tegasnya.

Dalam momentum tersebut, PWI Pamekasan memesan dan memborong puluhan lembar batik berbagai motif kepada para pengrajin batik di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan. Di antaranya batik motif Sekar Jagad, Bheres Dhumpa hingga batik motif Res-Leres. [pin/but]

Tag : batik

Berita Terkait

Komentar

Kanal Gaya Hidup