Mendalami Peran Logat Suroboyoan Bukanlah Hal Mudah

Kamis, 13 September 2018 16:21:54
Reporter : Wahyu Hestiningdiah
Mendalami Peran Logat Suroboyoan Bukanlah Hal Mudah

Surabaya (beritajatim.com) - Sempat tertahan selama dia tahun, film comendy berjudul Siap Gan sudah bisa disaksikan di seluruh bioskop di Indonesia. Beberapa pemain film yang keseluruhan syutingnya di Surabaya ini sempat merasa kesulitan dalam hal berdialeg bahasa Jawa Khususnya Suroboyoan.

Diakui oleh pemeran utama, Rini Mentari yang berperan sebagai Nina Pertiwi, Qausar Harta Yudayana sebagai Prabu Wardhana, dan Yama Carlos sebagai prajurit TNI dan pelatih Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskribaka).

Rini Mentari ini berasal dari Sumatra, ia mengaku sempat stres untuk berlatih bahasa Suroboyoan bahkan ia sempat salah berdialeg bahasa jawa namun bukan bahasa Suroboyo melainkan Jogjakarta.

Namun selama karantina ia terus berlatih menggunakan dialeg, salah satu dialeg yang sampai saat ini masih ia sering pakai adalah "yak opo rek" itu masih melekat pada dirinya.

"Susah awalnya karena saya asli orang Sumatra harus belajar bahasa Jawa Suroboyoan lagi kan beda, sempet salah terus aku pake bahasa jawanya Jogja. Berungung ada waktu selama satu bulan jadi pelan-pelan bisa. Senang banget sih syuting di Surabaya ini menyenangkan kotanya," ungkap Rini, Kamis (13/9/2018).

Hal berbeda di ungkapkan Qausar Harta Yudayana, yang berperan sebagai Prabu, yakni tandem dari Rini juga harus belajar teknik mengibarkan bendera.

“Agak susah awalnya, sama kaya Rini, namun perlahan bisa tahu, dan ternyata jadi Paskibra nggak semudah yang kita lihat,” ujarnya.

Sedangkan Yama Carlos mengaku  belajar langsung mengibarkan bendera dari Purna Paskibra Indonesia (PPI) Jatim.

“Jadi ini film bisa saya katakan satu-satunya yang mengambil tema Paskibra, dan pesan moralnya sangat bagus, cocok untuk pemuda saat ini,” tandasnya.[way/ted]

Tag : film

Berita Terkait

Komentar

Kanal Gaya Hidup