Pemuda Banyuwangi Makin Gemari Musik Jazz

Minggu, 26 Agustus 2018 06:57:56
Reporter : Rindi Suwito
Pemuda Banyuwangi Makin Gemari Musik Jazz

Banyuwangi (beritajatim.com) - Puluhan peserta ikut ambil bagian dalam kompetisi musik bertajuk Banyuwangi Student Jazz Competition 2018.

Pesertanya tak hanya dari anak Bumi Blambangan, meskipun kini makin banyak band lokal yang membumi dengan musik jazz ini.

Itu juga membuktikan, jika musik jazz makin digemari oleh kalangan pemuda di kota festival ini.

Pada tahun ini, Student Jazz Festival diikuti 30 grup band pelajar setingkat SMA. Even ini juga diikuti band pelajar luar kota seperti Surabaya, Malang, Jember dan Bali.

“Kita ingin menjaring bakat-bakat muda jazz, seiring dengan rutinnya digelar event jazz pantai dan jazz Ijen di Banyuwangi setiap tahun,” jelas Wakil Bupati Banyuwangi saat hadir di Gedung Seni Budaya (Gesibu) Banyuwangi, Sabtu (25/8/2018).

Menurut Yusuf, ajang ini tidak sekedar kompetisi. Sebab yang keluar menjadi terbaik, akan berkesempatan tampil di sejumlah event musik Banyuwangi.

"Hal ini tentunya menjadi kebanggaan bagi para musisi muda jazz, dimana bisa satu acara dengan musisi lokal, dan nasional," ujarnya.

Sehingga, lanjut Yusuf, para musisi muda ini diharapkan mampu banyak belajar, baik dari segi musik, profesionalisme dan dedikasi kepada musik.

“Kalau mau fokus di musik, inilah ajangnya. Banyuwangi memberi panggung luas bagi mereka yany berkreasi, karena banyak event yang kami rancang sebenarnya untuk menyediakan panggung bagi para seniman dan musikus muda,” katanya.

Meski pelajar, mereka mampu menunjukkan musikalitas yang apik. Berbagai judul lagu populer maupun daerah dimainkan dalam balutan aransemen jazz. Bahkan lagu Banyuwangi seperti Rehana, Kangen Tombone Ati terdengar lebih segar dan asyik saat dibawakan dalam nuansa jazz.

Improvisasi musik yang menjadi salah satu ciri khas jazz juga tidak kalah sebagaimana musisi profesional. Seperti SMAN 1 Genteng yang berhasil membawakan lagu Cemeng yang memadukan irama jazz dengan instrumen etnik. Begitu juga dengan SMAN 5 Surabaya yang membawakan Tanjung Perak, menjadi irama jazz yang  menarik. Penampilan mereka ini mampu memukau ratusan penonton yang hadir.

“Jazz itu adalah musik yang membebaskan kita berkreasi. Lagu apapun bisa kita aransemen dalam musik jazz. Seperti lagu Banyuwangi, Cemeng yang kita padukan dengan panjak,” ujar Sodo Lanang, keyboardis band SMAN 1 Genteng.

Sodo mengaku melakukan kolaborasi aransemen jazz dengan musik etnik Using karena ingin menunjukkan ke khalayak bahwa Banyuwangi juga punya kekayaan musik.

 Sodo sendiri sudah berpengalaman mengikuti beberapa kompetisi musik jazz tingkat regional dan nasional. Menurutnya, ajang ini memberi kesempatan baginya menebarkan virus musik jazz kepada teman-temannya di sekolah.

“Teman-teman yang mempunyai bakat musik banyak, tapi masih sedikit yang menekuni jazz. Lewat ajang ini, saya bisa mengenalkan kepada teman-teman, dan mereka ternyata suka,” kata pelajar yang sudah menekuni piano klasik sejak kelas dua SD ini.

Sementara itu Sukirin, guru pembimbing dari SMAN 5 Surabaya mengaku jika Student Jazz ini sudah menjadi agenda sekolahnya untuk diikuti. Untuk keperluan tersebut, bahkan pihaknya setiap tahun melakukan regenerasi bagi grup band sekolahnya.

“Even Student Jazz Banyuwangi sudah menjadi even wajib tahunan yang diikuti sekolah kami. Bagi kami, ini ajang untuk unjuk gigi bagi siswa sekaligus menguji kualitas musikalitas mereka,” kata Sukirin. (rin/ted)

Tag : musik

Berita Terkait

Komentar

Kanal Gaya Hidup