Dulu Pemain Ketoprak, Kini Pemusik Gong Bambu

Sabtu, 25 Agustus 2018 22:50:16
Reporter : Tulus Adarrma
Dulu Pemain Ketoprak, Kini Pemusik Gong Bambu

Bojonegoro (beritajatim.com) - Darah seni yang mengalir dari orang tuanya masih terus hidup di dalam dirinya. Meski usianya sudah 70 tahun, Sutarjo warga Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk bersama istrinya, Pasri (64), masih bermain musik.

Pasangan suami istri itu dalam kesehariannya bermain musik di dekat warung Semok di Kecamatan Temayang. Tentu saja, bagi para pengunjung sembari makan sambel ikan wader, bisa menikmati musik-musik campursari maupun gending jawa.

Sutarjo yang akrab disapa Pak Jokodok ini memainkan musik dengan alat sederhana. Yakni berasal dari bambu. Batang bambu pilihan itu dirangkai layaknya angklung namun lebih besar. Cara mainnya dengan cara dipukul. Bambu tersebut menimbulkan bunyi layaknya gamelan dan gong.

Ia biasa berangkat dari rumahnya agak siang, sekitar pukul 10.30 WIB. Yakni setelah pekerjaan rumah selesai. Jokodok bercerita, istrinya memiliki kesibukan sebagai nenek mengantar sekolah cucunya. "Sepulang dari sekolah baru berangkat," ujarnya, Sabtu (25/8/2018).

Ketika jurnalis beritajatim.com sedang menyantap makanan khas ikan hasil tangkapan di Waduk Pacal, dua lagu Gubuh Asmara dan Gondal Gandul saat itu dinyanyikan oleh Pak Jokodok . Warung Semok memang tempatnya tak jauh dari tempat wisata Waduk Pacal yang ada di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang.

Ketika bernyanyi, Ia menggunakan pengeras suara toa yang diberi sumber listrik dari accu (aki). Sedangkan bambu yang digunakan alat musik, sudah terdengar keras ketika ditabuh. Dua rakit bambu sebagai alat musik itu diletakkan di sisi kanan dan kirinya. Ia duduk di pojok rakitan bambu itu.

"Alat musik ini namanya angklung gong bumbung. Ini juga bikin sendiri," ungkap kakek yang sudah memiliki delapan cucu itu.

Dia bisa memainkan musik sejak berusia 12 tahun. Bagi Jokodok, kesenian tradisi tidak asing, lantaran dulu ayahnya sering mengajaknya ikut bermain ketoprak. Bahkan, sampai saat ini, ketika Pak Jokodok memiliki empat anak dan sekarang sudah bekerja di luar negeri, dia masih menggeluti pekerjaannya.

Anaknya kini ada yang bekerja di Hongkong, Malaysia dan Korea. Selain sebagi sumber penghasilan tambahan bagi pasangan suami isteri itu, berkesenian menurutnya sudah menjadi pilihan. "Anak-anak sekarang juga sudah punya keluarga sendiri, jadi tidak mau menggantungkan dari mereka," pungkasnya. [lus/suf]

Tag : seni

Berita Terkait

Komentar

Kanal Gaya Hidup