Hot Deal, Konsep Pariwisata Dengan Banyak Tawaran Menggiurkan

Minggu, 08 Juli 2018 08:15:00
Reporter : Arini Dwi Sholikatin
Hot Deal, Konsep Pariwisata Dengan Banyak Tawaran Menggiurkan

Surabaya (beritajatim.com) - Untuk mempercepat pertumbuhan pariwisata yang ada di Indonesia terutama di Jawa Timur, Asisten Deputi dan Komunikasi Pemasaran dan Deputi Bidang Pemasaran II, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI), menggelar Forum Diskusi Grup yang bertemakan East Java Hot Deal yang bertempat di hotel Santika Jemursari Surabaya, Kamis (6/7/18).

FGD sendiri digelar berkaitan dengan adanya bencana alam, musibah transportasi air, tingkat kerawanan jalan bahkan gangguan pasar digital yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini dimana dirasakan dapat mengusik dan mengancam menurunnya jumlah wisatawan baik internasional maupun domestik.

Hal tersebut yang mendorong Dr. Anang Sutono, CHE, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata Kemenpar RI untuk menyelenggarakan FGD guna mengantisipasi dampak penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (winus) sekaligus membahas program, kiat dan strategi dalam upaya meningkatkan pertumbuhan pariwisata Indonesia juga cara menghadapi low season dan low occupancy hotel yang terjadi pada hari libur, khususnya Jawa Timur.

Forum ini digagas oleh Hariyadi Sukamdani (PHRI), Asnawi Bahar (ASITA) yang berkolaborasi mengajak asosiasi lain untuk bergabung demi memajukan pariwisatanasional.

Anang Sutono menjelaskan pihaknya memberi tajuk East Java Hot Deal karena merupakan bagian dari program Kemenpar RI.

"Program paket-paket East Java Hot Deal adalah gagasan bersama Kemenpar RI bersama Forum Visit Wonderful Indonesia, sebuah konsorsium 18 asosiasi pelaku industri pariwisata nasional. Hal ini akan mempercepat pertumbuhan pariwisata Indonesia, Jawa Timur yang luar biasa permai", tegasnya.

Program East Java Hot Deal memiliki kepastian mengisi idle capacity yang merupakan bundling dari 3 A antara lain Attractiveness (menarik), Amenities (fasilitas), Accessibility (akses) dimana akan menerapkan konsep Sharing Economy dengan menjual barang atau jasa yang tidak terjual. Misal dengan diskon besar-besaran dengan menawarkan paket-paket wisata khusus. Dengan berbagai penawaran menarik tersebut, optimis wisatawan yang berkunjung ke Jawa Timur akan naik pesat.

Acara tersebut dihadiri jajaran dan staf Asisten Deputi Kemenpar RI, Kadisbudpar Jawa Timur, Dr. H. Jariyanto, Msi, Ketua PHRI Jawa Timur, Herry Siswanto, SH, MH, Ketua ASITA Jawa Timur Ariefudinsyah, Ketua IHGMA Joko Widiyanto, serta perwakilan Disbudpar Jember, Situbondo, Probolinggo, Malang, Banyuwangi, Pasuruan serta perwakilan asosiasi di bawah forum Visit Wonderful Indonesia yaitu Organda, Apserapi, APPBI, Putri dan HIPPINDO. Hadir pula seperti Jatim Park, Taman Safari Prigen, Gland di Banyuwangi, Garuda Indonesia, Malaysia Airlines dan Singapore Airlines grup. Acara FGD ini memancing minat yang sangat positif dari para pelaku industri pariwisata di Jawa Timur. (arn/but)

Tag : phri pariwisata

Berita Terkait

Komentar

Kanal Gaya Hidup