Khoiri Ingin Kenalkan Pantai Lumajang Sebagai Wisata Surfing

Senin, 02 Juli 2018 10:55:59
Reporter : Harry Purwanto
Khoiri Ingin Kenalkan Pantai Lumajang Sebagai Wisata Surfing

Lumajang (beritajatim.com) - Lumajang memiliki garis pantai sangat dengan ketinggian ombak bisa mencapai lebih 5 meter. Meski tak seindah pantai di Pulau Dewata-Bali, membuat Mukhammad Khoiri (31), pemuda Lumajang ingin mengenalkan ke wisatawan luar negeri.

Pria warga Dusun Sumbersari Desa Tempeh Lor Kecamatan Tempeh ini, sudah sekitar 10 tahun lebih merantau ke Bali. Dia bekerja sebagai instruktur turis asing belajar surfing di pantai kuta. "Awalnya, saya tidak bisa surfing dan hanya ikut nongkrong di pantai Kuta," ujar Bapak satu anak itu saat berbincang dengan beritajatim.com, Senin (2/7/2018).

Masih kata dia, kendala tidan bisa berbahasa inggris membuat dirinya hanya memperhatikan teman-temanya bercengkrama dengan turis. Keinginan untuk belajar surfing mulai muncul dan beberapa kali mencoba selancar pinjaman. "Belajar surfing setiap hari dan ngomong inggris juga," terang Iri sapaan akrabnya.

Dengan kemampuan surfing dan bahasa inggris pas-pasan.  Iri memberani diri menawari para turis asing melancong ke Kuta untuk belajar surfing. Awalnya menjadi instruktur saat itu, Iri memiliki modal nekat. Selain demi mempertahankan hidup di perantauan dan menambah jam terbang berselancar. "Dari nekat itu, saya mulai mencintai surfing," paparnya.

Pesatnya pembangunan dan pengembangan pariwisata di seluruh wilayah Indonesia. Iri juga punya cita-cita dan keinginan besar memajukan sektor wisata di Lumajang ke turis Asing.

Dia sesekali menawarkan ke tamu asing untuk datang ke Lumajang. Namun, banyak turis belum tahu dimana lokasi kota kelahiranya. "Pulau Bali memang sudah populer bagi turis, kalau bulan Jawa belum dan masih bertanya lebih detail," jelas pria putus sekolah saat sekolah menengah atas itu.

Untuk bisa mengajak turis berkunjung ke Lumajang sudah dilakukan sejak tahun 2010 silam. Namun, para turis datang ke Lumajang awalnya penasaran ombak pantai. "Mereka kagum ombak pantai selatan, tapi mereka bilang Wow alam kaki gunung Semeru," ungkapnya.

Iri mengajak tamu asing dengan menginap dirumahnya dan merasakan masakan istri serta ibunya. Kebanyakan tamunya sangat senang bisa langsung interaksi warga setempat. "Biar mereka mau, saya menjanjikan buah kelapa dirumah gratis dan langsung metik dari pohonya. Saya manjat pohon kelapa muda dan itu disukai mereka," paparnya.

Mengenalkan wisata Lumajang sudah dilakukan tanpa melalui agen perjalan. Karena tamunya lebih suka naik bus sendiri dan menikmati pemandangan alam pulau Jawa.
"Saya juga meminta mereka bayar sendiri,  mulai naik bus dan makan di warung," jelasnya.

Untuk bisa mengajak turis keliling dari Bali ke Jawa Timur, tambah Iri, harus bisa dipercaya dulu. Hubungan pertemanan lebih disukai dibanding harus ikut paket perjalanan. "Jadi mereka suka traveling menantang dan itu disukai turis anak muda,  ujarnya.

Ditahun 2018, Iri sudah membawa 12 turis asing ke Lumajang. Bahkan, teman turisnya saat kenal di Bali mulai penasaran untuk datang kerumah Iri. "Bulan Agustus ada dari Jepang, Australi dan Jerman mau ke Lumajang," paparnya.

Iri sangat berharap pemerintah dan masyarakat ikut peduli dalam pengembangan wisata Lumajang. Kerjasama keduanya diperlukan bila ingin bersaing dengan daerah lain. "Kuncinya maju bersama," pungkasnya. (har/kun)

Tag : wisata, lumajang

Berita Terkait

Komentar

Kanal Gaya Hidup