Begini Penampilan Orkestra Jerman di Festival Patrol Banyuwangi

Rabu, 30 Mei 2018 11:51:33
Reporter : Rindi Suwito
Begini Penampilan Orkestra Jerman di Festival Patrol Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) - Pelaksanaan hari kedua Festival Patrol tak kalah meriahnya dengan hari pertama. Festival Patrol ini diwarnai penampilan orkestra asal Jerman, Steinhause Orchester Besigheim yang menjadi penampil pembuka.

Sebelum acara dimulai, para penonton sudah memadati areal Stadion Diponegoro tempat berlangsungnya acara. Tepat pukul 20.00 WIB, sang konduktor Roland Klaus Haug memasuki areal pertunjukan dimana 37 musisi dari Steinhause Orchester Besigheim telah bersiap. Kemudian dia menyapa penonton.

"Selamat malam, Banyuwangi. Selamat malam semua. Senang sekali kami bisa menampilkan musik kami di tengah keunikan musik tradisional Banyuwangi," sapa Roland dalam bahasa Inggris, Selasa (29/5/2018).

Setelah itu, harmonisasi musik-musik orkestra mengalir mengalun indah. Berbagai genre musik yang ditampilkan mulai klasik, pop, jazz mampu memuaskan para penikmatnya.

Total ada 8 lagu yang dimainkan, dua di antaranya lagu Indonesia, yakni Rayuan Pulau Kelapa dan sebuah lagu daerah Papua. "Saat kami membawakan lagu Indonesia, kita nyanyi bersama ya. Akan lebih asyik kalau dinyanyikan orang Indonesianya sendiri," ajak Roland.

Penonton pun mulai ikut bernyanyi bersama. Meski bernyanyi tanpa diiringi tepuk tangan, karena pertunjukan  orkestra memang punya aturan khusus yang mensyaratkan penontonnya tidak bertepuk tangan di tengah alunan musik konser, namun masyarakat tetap bersemangat menyanyikan lagunya.

Banyak di antara mereka mengaku senang dengan pertunjukan musik yang baru ditampilkan di Banyuwangi ini. Bambang Harsito, salah satu penonton yang tampak begitu menikmati pertunjukan tersebut.

"Bagi saya yang baru melihat orkestra di sini, bagus sekali pertunjukan musiknya. Mereka pastinya sangat terdidik di bidang musik. Tidak heran kalau mainnya bagus. Saya sangat terhibur sekali. Apalagi meski banyak di antara mereka yang berusia senja, namun mereka tetap semangat," ujar Bambang.

Roland mengaku senang bisa tampil di Banyuwangi. "Ini adalah bagian dari road show kami keliling sejumlah kota di Indonesia. Banyuwangi adalah destinasi yang kami kunjungi sebelum manggung di Bali," kata Roland.

Kesempatan untuk bisa tampil di Banyuwangi sebenarnya sudah direncanakan sejak lama. "Dua tahun lalu kami telah bertemu Bupati Anas saat berkunjung kemari dan ingin memperkenalkan musik kami pada warga Banyuwangi. Namun baru kali ini bisa terealisasi," ujar Roland.

Bagi Roland, ini adalah kehormatan bisa  berkesempatan melihat dari dekat musik tradisional Banyuwangi. "Kami terkesan. Musik patrol Banyuwangi ini tidak biasa dan sangat menarik. Suara penyanyinya pun unik. Ini suatu harmoni yang mengesankan," aku Roland.

Secara terpisah, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan apresiasinya kepada orkestra asal Jerman ini yang bersedia manggung di Banyuwangi dan berkolaborasi dalam satu panggung musik patrol.

"Ini yang menarik, dalam satu panggung bisa hadir musik tradisional dan musik dari Barat. Saya sangat senang karena Banyuwangi bisa menampilkan berbagai macam musik, dan ini bisa menjadi pilihan. Setelah sebelumnya musik jazz, lalu musik tradisional, kini sudah kita tampilkan musik orkestra," pungkas Anas. 

‘Steinhaus-Orchester Besigheim’ adalah orkestra dengan musisi amatir dari daerah Ludwigsburg. Para musisinya berusia antara 20 hingga  82 tahun. Repertoar mereka, termasuk musik konser, tergolong musik yang mudah didengar dari musisi populer seperti My Way Frank Sinatra dan tentu saja gaya khas untuk wind orkestra Jerman seperti Polka. [rin/but]

Tag : wisata banyuwangi

Berita Terkait

Komentar

Kanal Gaya Hidup